Pesisirmandar.com, Polman —
Simulasi pemilu digelar untuk memastikan bahwa Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memahami tugas dan fungsi mereka secara menyeluruh. Kegiatan ini melibatkan, yaitu Desa Bala, Desa Galung Tulu, dan Desa Mosso, yang disingkat menjadi BAGAMOS. Rabu,(20/11/24).
Simulasi ini bertujuan untuk mempersiapkan KPPS dalam menghadapi Pilkada pada Rabu, 27 November 2024, khususnya Ketua KPPS dan pengguna SIREKAP. Kegiatan ini juga memberikan panduan tentang tata cara memilih yang benar serta mengidentifikasi potensi masalah di TPS.
Acara dihadiri langsung oleh KPU Kabupaten Polewali Mandar, diwakili oleh Rudianto (Divisi Teknis dan Penyelenggaraan), bersama dengan PPK Balanipa, yaitu Muh. Ilham (Ketua PPK, Divisi Keuangan dan Logistik), Tasmin Hakim (Divisi Teknis dan Penyelenggaraan), Muh. Dinny Mario (Divisi Hukum dan Pengawasan), Sufriadi (Divisi Data), dan Ahmad Kadafi Faisal (Divisi SDM, Parmas, dan Sosialisasi Pendidikan Pemilih). Selain itu, hadir pula Kepala Desa Galung Tulu, Burhanuddin, serta seluruh PPS dari desa-desa yang terlibat.
Sambutan KPU Kabupaten Polewali Mandar
Dalam sambutannya, Rudianto menyampaikan pentingnya kegiatan ini untuk KPPS, khususnya mereka yang baru pertama kali bertugas. Ia menekankan bahwa simulasi ini membantu KPPS memahami tugas dan tanggung jawab mereka secara langsung, karena praktik nyata lebih efektif dibandingkan sekadar membaca panduan.
Rudianto juga menyoroti pentingnya pembuatan TPS yang sesuai dengan petunjuk teknis, yaitu memiliki panjang 10 meter dan lebar 8 meter, untuk memastikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Ia berharap TPS dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemilih.
Selain itu, ia menjelaskan secara teknis tentang tiga kategori pemilih yang akan hadir di TPS:
- DPT (Daftar Pemilih Tetap): Harus menunjukkan surat pemberitahuan dan KTP elektronik.
- DPTB (Daftar Pemilih Tambahan): Harus membawa surat pindah memilih atau formulir model A pindah memilih.
- DPK (Daftar Pemilih Khusus): Harus menunjukkan KTP elektronik atau biodata diri dengan foto, dan hanya orang yang tinggal di desa tersebut yang dapat dimasukkan ke dalam DPK.
Rudianto juga menekankan pentingnya pengguna SIREKAP tetap fokus dalam menjalankan tugasnya, karena mereka merupakan elemen penting untuk kesuksesan pemilu.
Tujuan dan Manfaat Simulasi
Menurut Tasmin Hakim, Anggota PPK Kecamatan Balanipa Divisi Teknis Penyelenggaraan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara adalah langkah penting bagi KPPS. Berikut beberapa alasan mengapa simulasi ini Penting:
- Memahami Tugas dan Tanggung Jawab:
Simulasi membantu anggota KPPS memahami peran masing-masing, seperti Ketua KPPS, Anggota KPPS, dan Petugas Ketertiban. - Meningkatkan Kesiapan Teknis:
KPPS berlatih menggunakan perlengkapan seperti kotak suara, surat suara, dan formulir berita acara. Latihan ini mencegah kesalahan teknis yang dapat memengaruhi validitas pemilu. - Mengantisipasi Tantangan:
Simulasi memungkinkan KPPS mengidentifikasi potensi masalah di TPS, seperti antrean panjang, surat suara rusak, atau protes dari pemilih, sehingga dapat menyiapkan solusi yang efektif. - Efisiensi Waktu dan Proses:
Melalui simulasi, KPPS belajar mempercepat proses pemungutan dan penghitungan suara tanpa mengorbankan kualitas.
Penutup
Simulasi pemungutan dan penghitungan suara di Kecamatan Balanipa ini merupakan upaya untuk memastikan pemilu berjalan lancar, transparan, dan sesuai regulasi. Dengan persiapan matang, KPPS diharapkan dapat menjalankan tugas mereka secara profesional, mendukung pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.
(Pesisirmandar/Rahman).
