pesisirmandar.com, Majene — Penanganan kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan kapal oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dinilai mandek. Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) mencurigai adanya kejanggalan dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene.
Pelaksana tugas Ketua KAMRI Majene, Firsan, menyebut Kejari terkesan lamban dan tidak transparan dalam menangani kasus tersebut.
“Kejari sempat berjanji akan menetapkan tersangka pada Januari lalu. Tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Ini bisa dikategorikan sebagai bentuk pembohongan publik,” kata Firsan dalam keterangan tertulis yang diterima pesisirmandar.com pada Sabtu,(7/6/25).
Ia juga menduga proses penyelidikan tidak lagi berjalan secara profesional (Masuk Angin).
“Kami mempertanyakan komitmen Kejari Majene. Sampai hari ini, belum ada kejelasan soal perkembangan kasusnya,” ujarnya.
Menurut KAMRI, proyek pengadaan kapal itu menyerap anggaran hingga miliaran rupiah. Namun, kapal yang disalurkan kepada kelompok nelayan diduga tidak sesuai spesifikasi dan tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
Atas dasar itu, KAMRI mendesak Kejari Majene segera menetapkan tersangka demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Kami akan menggelar aksi dalam waktu dekat jika Kejari Majene tidak segera memberikan kejelasan. Kami juga akan melayangkan surat ke Kejaksaan Agung terkait sikap Kejari Majene yang dinilai tidak menepati janji dan menimbulkan kegaduhan di daerah ini,” kata Firsan.
Sebelumnya, diberitakan Kasus Dugaan Korupsi Kapal di Majene: Dua Tim Ahli Rampungkan Penelitian.
Penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene terus bergulir. Dua tim ahli, masing-masing dari bidang perkapalan dan kayu, telah menyelesaikan tugas mereka dalam mendalami perkara ini.
“Dua ahli, dari bidang perkapalan dan kayu, sudah menyelesaikan penelitian mereka. Sekarang kami tinggal mengonversi hasil penelitian itu ke dalam bentuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ahli,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene, Zaki Mubarak, saat ditemui di kantornya, Rabu (9/4/2025).
Menurut Zaki, Kejari Majene kini tengah berkoordinasi untuk menjadwalkan pemeriksaan lanjutan bersama para ahli. Ada dua skenario yang tengah dipertimbangkan: pemeriksaan dilakukan langsung di Makassar atau menghadirkan para ahli ke Majene.
“Kami sedang mengatur teknisnya, apakah kami yang akan ke Makassar untuk melakukan pemeriksaan, atau mereka yang akan kami undang ke Majene,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah BAP selesai disusun, dokumen tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan lanjutan yang rencananya akan diekspos bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Mamuju, guna menghitung potensi kerugian negara.
“Mudah-mudahan, kedua tim ahli punya waktu pekan ini, atau paling lambat awal pekan kedua. Kalau mereka tidak sempat ke sini, kami yang akan naik ke Makassar,” tutup Zaki.
Hingga berita diterbitkan pesisirmandar.com masih berupaya mendapatkan tanggapan dan perkembangan terbaru tekait kasus dugaan korupsi pengadaan kapal yang tengah bergulir di Kejaksaan Negeri Majene.
Dapatkan berita terbaru dan terpercaya di ponsel Anda dengan mengakses saluran pesisirmandar.com melalui WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vavk6qe8qJ01a0SjC33e
