Pesisirmandar.com, Mamasa — Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Kabupaten Mamasa tahun 2024 segera mencapai tahap pemungutan suara yang dijadwalkan pada 27 November 2024. Saat ini, tahapan Pilkada sudah memasuki sesi debat kandidat untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mamasa periode 2025–2030.
Debat pertama telah dilaksanakan pada 4 November 2024 sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamasa. Acara ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, terutama masyarakat Kabupaten Mamasa yang ingin menentukan pilihan berdasarkan kualitas kandidat.
Altrio Pampang Ma’dika, seorang aktivis lokal, mengkritik tema debat yang disusun oleh KPU Daerah Mamasa. Menurutnya, KPU tidak memasukkan isu penting terkait adat, budaya, dan kearifan lokal dalam debat kandidat, yang seharusnya menjadi bagian dari topik pembahasan.
“Isu adat dan budaya adalah unsur penting yang perlu diangkat dalam debat kandidat. Ini merupakan momen yang tepat untuk menyoroti kearifan lokal yang ada di Kabupaten Mamasa,” ujar Altrio saat diwawancarai, Selasa,(5/11/24).
Ia menambahkan bahwa tema dan subtema debat yang disusun KPU Mamasa perlu mencakup persoalan adat istiadat dan budaya lokal. Menurutnya, debat kandidat seharusnya menjadi wadah bagi pasangan calon untuk mengemukakan pandangan mereka mengenai pelestarian budaya.
“Harapannya, debat kandidat dapat mencakup isu budaya sehingga calon-calon pemimpin Mamasa bisa menunjukkan komitmen mereka terhadap pelestarian adat istiadat yang ada di Mamasa,” tambahnya.
Altrio juga menilai bahwa potensi budaya di Mamasa sangat besar dan perlu dijaga oleh generasi muda. Selain itu, budaya lokal juga bisa menjadi daya tarik wisata yang berdampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mamasa dengan mendatangkan wisatawan dari luar.

Respon (1)