Dinkes Majene Gelar Bimtek SPM Pelayanan Kesehatan Lansia, Perkuat Kapasitas Penanggung Jawab Program di Puskesmas

pesisirmandar.com,Majene – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia (lansia), Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia bagi Penanggung Jawab (PJ) Program Lansia Puskesmas se-Kabupaten Majene. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 9 April 2026 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dan diikuti oleh 11 orang PJ Program Lansia dari berbagai puskesmas.

‎Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WITA ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya para petugas yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program pelayanan kesehatan lanjut usia di tingkat puskesmas.

‎Pelaksanaan bimtek ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan capaian indikator pelayanan kesehatan lansia sebagaimana yang diamanatkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Pemerintah melalui sektor kesehatan terus berupaya memastikan bahwa setiap warga lanjut usia memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

‎Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek penting yang berkaitan dengan implementasi SPM Pelayanan Kesehatan Lansia. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman terhadap indikator-indikator terbaru, definisi operasional masing-masing indikator, mekanisme pelaksanaan pelayanan, hingga tata cara pencatatan dan pelaporan yang akurat dan terintegrasi.

‎Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menilai bahwa pemahaman yang baik terhadap indikator pelayanan merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan capaian program. Oleh karena itu, kegiatan bimtek ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para penanggung jawab program agar mampu melaksanakan tugas dan fungsi mereka secara optimal.

‎Selain membahas aspek teknis pelaporan, kegiatan ini juga menjadi forum diskusi bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi yang telah diterapkan dalam pelaksanaan program kesehatan lansia di wilayah kerja masing-masing. Berbagai masukan dan pengalaman lapangan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bersama guna meningkatkan efektivitas pelayanan.

‎Dalam sesi pemaparan materi, peserta diberikan penjelasan mengenai pentingnya deteksi dini masalah kesehatan pada lansia, pemantauan kondisi kesehatan secara berkala, serta upaya promotif dan preventif yang perlu diperkuat untuk menjaga kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

‎Lansia merupakan kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit tidak menular maupun gangguan kesehatan lainnya. Oleh sebab itu, pelayanan kesehatan yang terencana, terukur, dan berkesinambungan menjadi kebutuhan penting yang harus dipenuhi oleh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

‎Melalui bimtek ini, para PJ Program Lansia diharapkan mampu memahami secara mendalam berbagai strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan lansia di wilayah kerja masing-masing. Tidak hanya berorientasi pada pencapaian target angka atau indikator semata, namun juga memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

‎Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan lansia harus menjadi perhatian bersama, mengingat jumlah penduduk lanjut usia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menuntut kesiapan sistem pelayanan kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan kesehatan lansia secara menyeluruh.

‎Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan kesehatan lansia di tingkat puskesmas. Inovasi tersebut dapat berupa penguatan pelayanan berbasis komunitas, peningkatan kunjungan rumah bagi lansia berisiko tinggi, pemanfaatan teknologi informasi dalam pemantauan kesehatan, maupun pendekatan lainnya yang mampu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan.

‎Dinas Kesehatan Kabupaten Majene berharap seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, upaya peningkatan derajat kesehatan lansia dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan ini, Pemerintah Kabupaten Majene terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan pelayanan khusus.

‎Dengan terselenggaranya Bimbingan Teknis SPM Pelayanan Kesehatan Lansia ini, diharapkan seluruh Penanggung Jawab Program Lansia di puskesmas mampu meningkatkan kinerja, memperkuat komitmen, serta menghadirkan inovasi yang mendukung pencapaian indikator pelayanan kesehatan lansia. Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup lansia dan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Majene secara keseluruhan.

Baca Juga  Bupati Majene Resmikan Laboratorium Prolanis Puskesmas Lembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *