Majene- Dugaan praktek Pelayanan Distribusi Agen LPG 3 Kg kembali berpolemik. Kali ini sorotan itu datang dari Masyarakat lingkungan Tangnga-tangnga, Kelurahan Labuang, kecamatan Banggae Timur, kabupaten Majene.
Berdasarkan Keterangan Narasumber inisial MB yang juga warga Lingkungan Tangnga-tangnga tanggal 19 Oktober 2026, warga mengeluhkan Agen distribusi yang membagi Tabung LPG 3 Kg ini dinilai Tidak adil dan menyalahi Prosedur Pendistribusian.
“Kami kecewa dengan pemilik Pangkalan karena sudah Harganya 20rb terakhir saya tarik kembali uang dan tabung karena katanya habis padahal didepanku ada mobil honda crv yg ambil banyak dan masih ada dilantai dia bilang punyanya orang”. Ungkitnya.
Pangkalan milik atas nama HARDIANTI DJAMALUDDIN di Jl. M. Djud P No. 11 Kelurahan Labuang ini juga dianggap menyalahi Prosedur dan Meminta Polisi dan Kejaksaan mengusut Pangkalan yang sudah banyak merugikan Masyarakat Sekitar atas dugaan telah banyak melakuka pelanggaran prosedur dan mekanisme sebagai agen Pangkalan LPG 3 kg ini.
“Pangkalan seperti ini seharusnya diperiksa Polisi dan Kejaksaan ini, tidak boleh dibiarkan terus merugikan kita sebagai masyarakat. Pemerintah dalam hal ini Dinas Terkait harusnya berani menegur dan mencabut ijin bagi pangkalan yang seperti ini di Majene”. Tegas MB kepada Awak Media Pesisirmandar.com
Seperti diketahui bahwa Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 jelas menegaskan Bahwa Pembeli wajib memperlihatkan KTP dan termasuk pada 4 Golongan. Rumah Tangga Kategori Miskin, Nelayan Sasaran dan Petani Sasaran Sesuai Ketentuan Serta Usaha Kategori Mikro. Peraturan ini juga membuat Terkait Sanksi dan Pencabutan ijin Pangkalan serta ancaman Pidana jika melebihi Harga Eceran Tertinggi.
Sementara itu, dari Narasumber lain dengan inisial SK, lebih tegas mengatakan bahwa dia mengajak beberapa Masyarakat setempat untuk mendapatkan Tabung gas LPG ini di tempat lain.
“Kami sudah menyampaikan kepada beberapa warga disini untuk tidak lagi beli di Pangkalan milik HARDIANTI DJAMALUDDIN ini. Meskipun 5 kali dalam seminggu tabungnya datang, tapi yang lebih diprioritaskan malah buka warga sekitar tapi yang lain bahkan ada warung makan yang sampai ambil 10 Tabung setiap datang dan itu sudah banyak yang tau warga disini” Ungkap SK dengan nada kesal.
Hingga berita ini dibuat, Redaksi masih menunggu konfirmasi beberapa pihak terkait dalam menindaklanjuti beberapa keluhan warga yang masih besar kemungkinan juga terjadi pada beberapa Pangkalan Tabung Gas LPG 3 di daerah Kabupaten Majene.
