Sekertaris KTNA Kab. Majene Soroti Kenaikan Harga BBM Subsidi di Kalangan Petani dan Nelayan

Majene- Kondisi BBM subsidi di SPBU yang masih mengalami antrean panjang di kabupaten majene yang mengakibatkan masih terjadinya kelangkaan BBM subsidi di kalangan Petani dan Nelayan hingga bulan Oktober ini mengakibatkan harga BBM yang sampai ke Petani dan Nelayan mengalami kenaikan harga.

Meskipun Bupati Majene telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Majene dengan Nomor : B. 500.10.6.3/2278/IX/2026 Terkait Pembatasan Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi Pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ini rupanya tak membuat harga normal di kalangan masyarakat Petani dan Nelayan.

Kondisi ini disoroti Sekertaris KTNA Kabupaten Majene Umar Tayyib. Umar Tayyib meningkapkan keresahannya kepada Redaksi PesisirMandar.com dengan mengatakan “Ini tentu sangat memberatkan para petani dan nelayan akan sangat berdampak pada biaya pada kebutuhan dasar petani Nelayan. Perlu ada gerakan bersama untuk mendesak pemerintah untuk segera bisa menstabilkan harga”.

Baca Juga  Tim Sanitarian Puskesmas Malunda Perketat Pengawasan Tiga Dapur MBG

Selain menegaskan akan adanya gerakan bersama para petani dan nelaya. Umar juga berpendapat bahwa harga BBM subsidi yang naik di kalangan petani dan nelayan tidak boleh dibiarkan dan menegaskan petani dan nelayan memiliki perhatian harga yang khusus dari pemerintah. “Ini tentu tidak boleh dibiarkan. Mesti ada upaya untuk bisa komunikasi dengan pemerintah karena ada harga khusus petani nelayan yg sudah ditetapkan oleh pemerintah’. Ungkit Umar melalui via WA kepada Redaksi.

Baca Juga  Laporan Dugaan Pelanggaran Netralitas PJ Desa Betteng akan Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan

Disisi lain, salah seorang nelayan asal luaor, Desa Bonde, Kecamatan Pamboang yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan kekecewaan yang mendalam karena harga BBM yang sampai kepada mereka perliternya Sudah sampai harga Rp. 10.000an jenis Biosolar.

Berbeda dengan salah seorang nelayan asal somba Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana yang enggan juga disebut namanya mengungkapkan bahwa harga BBM jenis Pertalite yang sampai ke nelayan sudah mencapai 14.000 perliternya.

Kondisi seperti ini akan berdampak pada harga jual ikan yang ada di pasar mengakibatkan kenaikan harga yang lainnya naik signifikan. Jika kondisi seperti ini akan terus bertahan. Tidak tertutup Kemungkinan gerakan Masyarakat nelayan dan petani yang melibatkan masyarakat Majene akan meluas untuk membahas kenaikan harga di semua sektor ekonomi di Majene.

Baca Juga  ‎Desak Evaluasi Total Tata Niaga BBM Bersubsidi di Mamasa: BEMNUS Tuntut Pencopotan SBM Pertamina dan Ketua Hiswana Migas Sulbar‎‎

Perubahan harga yang signifikan ini juga sebaiknya dikontrol dan diawasi penyebabnya terutama pada indikator yang kuat mendorong perubahan harga di pasar terkhusu pada perubahan pola distribusi dan harga BBM.

Hingga berita ini dimuat, meja Redaksi masih menunggu beberapa pihak terkait untuk memberikan tanggapan terhadap perubahan pola distribusi harga BBM bersubsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *