Pesisirmandar. Com, Majene —Terkait pemberitaan dugaan pemaksaan atau tekanan terhadap salah satu penjaga wisata Pattumea, Ady Saputra, yang kemudian mengundurkan diri dari posisinya, Harun Hadaming selaku PJ Kepala Desa Betteng menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan fitnah.
Harun Hadaming menyatakan, “Tidak mungkin saya memaksa seseorang untuk memilih salah satu calon. Anak kandung saya sendiri jika saya paksa memilih salah satu calon pun tidak akan mau, apalagi dalam Pilkada. Memilih itu adalah hak prerogatif seseorang yang tidak dapat dipaksakan. Kita harus menjunjung tinggi prinsip LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia). Jadi, sekali lagi, tidak benar saya memaksa Ady Saputra untuk memilih salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati Majene.”
Ia menjelaskan bahwa dugaan tersebut muncul karena kekecewaan personal dari Ady Saputra kepadanya.
“Ady pernah menyampaikan kekecewaannya kepada saya karena dirinya tidak ditunjuk sebagai salah satu anggota sekretariat PPS Desa Betteng, meskipun saya sempat mengatakan ‘Insya Allah.’ Ketika SK keluar, namanya memang tidak tercantum, dan saya menjelaskan bahwa itu bukan rezekinya. Saya meminta agar dia tetap bersabar karena rezeki sudah diatur oleh Allah SWT,” ujar Harun saat diwawancarai,Jum’at, (15/11/24).
Harun menambahkan bahwa kekecewaan pribadi tersebut kemudian dibawa ke ranah Pilkada, seolah-olah ada unsur pemaksaan yang dilakukan terhadap Ady Saputra. Namun, Harun dengan tegas membantah hal tersebut.
Sebagai PJ Kepala Desa Betteng, Harun mengaku sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga ketenteraman selama proses Pilkada. “Melalui setiap pertemuan di masjid pada hari Jumat, saya selalu mengingatkan masyarakat agar menjaga rasa aman dan ketenteraman menjelang pesta demokrasi, termasuk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Majene, serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat. Saya juga meminta masyarakat memilih sesuai hati nurani,” tuturnya.
Pemerintah Desa Betteng, lanjut Harun, juga mendukung penuh pelaksanaan Pilkada damai di Kabupaten Majene, termasuk menyampaikan imbauan Bawaslu terkait netralitas dalam pelaksanaan Pilkada serentak.
(Pesisirmandar/Red)
