Majene- Polemik dugaan adanya intervensi khusus Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majene terhadap Program Revitalisasi Sekolah ditepis dengan tegas langsung oleh Andi Asraf Selaku Kadis.
Andi Asraf menepis issu keterlibatannya mengintervensi Program Revitalisasi ke setiap sekolah dengan menyatakan bahwa publik dapat mencari tau dan mengawasi melalui sekolah penerima manfaat Program Revitalisasi tersebut.
Andi Asraf mengungkapkan “Silakan datangi seluruh sekolah pelaksana proyek revitalisasi tahun ini, konfirmasi langsung kepada kepala sekolah dan ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) setempat, apakah ada intervensi dari Disdikpora atau tidak?” tegasnya, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Penerima manfaat Program pembangunan sekolah ini sebelumnya juga telah diarahkan untuk melaksanakan Bimbingan Tekhnis dalam pengerjaan program tersebut dan melibatkan Dinas dan unsur Institusi Adhyaksa demi menjaga status program ini berjalan dengan baik dan tanpa celah hukum yang berakibat fatal terhadap proses pembangunan dan pemanfaata pasca pembangunan pada masing-masing sekolah.
Selain itu, Andi Asraf juga menyayangkan adanya Informasi yang melibatkan dirinya dalam bentuk rekaman suara dengan membangun informasi seolah-olah dirinya terlibat dalam intervensi kepada penerima manfaat program tersebut.
Kepala Dinas yang sudah menjabat di beberapa Dinas di kabupaten Majene ini tegas menyatakan “Intinya sebagian besar dari rekaman itu tidak benar dan sengaja diframing untuk menyudutkan saya dan APH. Padahal pelibatan APH dalam program ini bertujuan agar program revit di Majene dapat pengawasan ketat,” ucapnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 yang tersebar di beberapa sekolah di kabupaten Majene menuai problem setelah beberapa orang mengklaim Program ini diurus oleh sekelompok orang yang melibatkan salah satu ASN yang berdinas di Perkimtan dan Melibatkan salah satu Staf khusus Bupati Majene.
Sementara itu salah seorang Narasumber yang juga seorang guru di salah satu sekolah penerima manfaat ini, yang tidak ingin namanya disebut mengangga Program yang berasal dari Pemerintah Pusat yang sementara ini sudah berjalan di beberapa sekolah penerima manfaat dan dirasakan sangat membantu proses belajar mengajar bagi tenaga pendidik dan para murid kelak setelah pembangunan ini diselesaikan.
“Kami tenaga pendidik dan juga para murid sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan pembangunan sekolah kami karena pembangunan ini akan sangan membantu proses belajar mengajar yang lebih optimal lagi kedepan, tentunya setelah pembangunan ini selesai dilaksanakan” Ungkapnya.
Hingga berita ini dibuat, Redaksi masih menelusuri beberapa pihak yang terkait dalam polemik program Revitalisasi sekolah ini.

