Majene  

Fapertahut Unsulbar Dorong Kampus Jadi Paru-Paru Majene Lewat Gerakan Menanam Pohon

pesisirmandar.com, MAJENE — Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar Gerakan Menanam Pohon di halaman kampus, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi upaya konkret menjadikan kampus sebagai ruang hijau penyangga lingkungan di Kabupaten Majene.

Rektor Unsulbar Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si. membuka langsung kegiatan tersebut. Turut hadir Dekan Fapertahut Prof. Ir. Kaimuddin, M.Si., Wakil Rektor I Prof. Dr. Tasrief Surungan, M.Sc., Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Ruslan, M.Pd., para wakil dekan Fapertahut, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Baca Juga  Demo Mahasiswa STAIN Majene Ricuh, Peserta Aksi Mengaku Dipukul Oknum Satpol PP

Dekan Fapertahut Prof. Kaimuddin mengatakan gerakan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana. Kami ingin Unsulbar menjadi paru-paru Kota Majene, ruang terbuka hijau yang memberi manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Kaimuddin.

Baca Juga  Ketua Senat STAIN Majene Prof. Muhammad Mawardi Wafat, Civitas Akademika Berduka

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Majene untuk menjalin kerja sama penghijauan yang berkelanjutan.

“Kami berharap ada sinergi dengan pemerintah daerah agar program ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tapi menjadi agenda jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unsulbar Prof. Muhammad Abdy mengapresiasi inisiatif Fapertahut yang memulai gerakan tersebut.

Baca Juga  Pemprov Sulbar Siapkan Anggaran Pembebasan Lahan untuk Jalan Kampus Unsulbar

“Menanam pohon bukan sekadar seremoni. Ini wujud komitmen kita menjaga lingkungan di tengah laju pembangunan dan perubahan iklim,” kata Abdy.

Menurut Abdy, berkurangnya tutupan pohon berdampak langsung pada banjir dan penurunan kualitas udara.

“Semoga gerakan ini menjadi budaya di Unsulbar. Bukan hanya menanam, tapi juga merawat,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *