Pesisirmandar.com, Majene – Kabar duka datang dari dunia pendidikan. Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Wahyuddin Naro, yang merupakan putra asli Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, meninggal dunia pada Selasa (26/11/2024) di Rumah Sakit Grestelina Makassar.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh Armin Mustamin Toputiri melalui unggahan di akun Facebook miliknya. Dalam unggahan itu, ia menuliskan:
Innalillahi wainnailaihi raji’un.
Telah berpulang ke rahmatullah, sahabat dan saudara kami, Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro, M.Hum (mantan Warek II UIN Alauddin Makassar) di RS Grestelina, hari ini Selasa pukul 02.00 WITA dini hari.
Tanpa sakit sebelumnya, namun pada pukul 20.00 WITA semalam tiba-tiba muntah darah. Tengah malam dilarikan ke rumah sakit, dan pada pukul 02.00 WITA berpulang.
Mohon doa, semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di surga-Nya. Aamiin.
Jenazah Prof. Wahyuddin disemayamkan di rumah duka di Jalan Sultan Alauddin 2, Makassar, dan akan dimakamkan ba’da Ashar pada hari yang sama.
Perjalanan Hidup dan Karier
Dilansir dari situs resmi UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro, M.Hum dikukuhkan sebagai Guru Besar UIN Alauddin Makassar pada 9 Desember 2021 di bidang Ilmu Pendidikan Islam. Pengukuhan dilakukan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, di Auditorium UIN Alauddin Makassar.
Prof. Wahyuddin lahir pada 31 Desember 1967 di Desa Balombong, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Ia merupakan anak pertama dari pasangan St. Naisah dan Abd. Roma, H. Ba. Pendidikan dasarnya ditempuh di tanah kelahirannya, sementara jenjang menengah dilanjutkan di Pesantren IMMIM Putra Tamalanrea, Ujung Pandang.
Setelah enam tahun di pesantren, ia melanjutkan studi sarjana di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ujung Pandang (sekarang UIN Alauddin Makassar) pada Program Studi Tadris Bahasa Inggris pada 1990. Gelar magister diraihnya dari Universitas Hasanuddin (Unhas) pada 2000 di Program Studi Bahasa Inggris, dan gelar doktoral ia dapatkan dari UIN Alauddin Makassar pada 2014 dengan Program Studi Dirasah Islamiah Pendidikan dan Keguruan.
Jabatan dan Kontribusi
Karier Prof. Wahyuddin penuh dengan dedikasi. Ia pernah menjabat sebagai Penatar P4 Tingkat Provinsi pada 1994, Direktur Cabang IBLAM (1998–2000), Pembantu Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi (2006), hingga Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Alauddin Makassar pada 2010. Jabatan terakhirnya adalah Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar.
Selain itu, ia juga menjadi Koordinator Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Embarkasi Hasanuddin Makassar pada Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan (2013–2018).
Penghargaan dan Karya
Prof. Wahyuddin menerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI pada 2019 atas pengabdiannya sebagai PNS yang penuh kesetiaan, disiplin, dan dedikasi. Ia juga aktif menulis, menerbitkan puluhan jurnal, dan beberapa buku ilmiah.
Dalam dunia organisasi, ia memegang berbagai jabatan strategis, termasuk Ketua Komisi Hubungan Antarumat Beragama (HaUB) MUI Sulawesi Selatan dan Wakil Ketua PWNU Sulawesi Selatan.
Selamat jalan, Prof. Wahyuddin Naro. Semoga amal dan karyanya menjadi bekal menuju surga.
