Minim Sosialisasi dari KPU, Ratusan Mahasiswa Pasangkayu di Majene Terancam Golput

Pesisirmandar.com, Majene – Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Pasangkayu yang sedang menempuh studi di Kabupaten Majene berpotensi tidak menggunakan hak pilih mereka pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2024.

Fauzan, salah satu mahasiswa asal Pasangkayu yang kuliah di Majene, mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan pesisirmandar.com pada Senin (18/11/2024).

Baca Juga  Dana Stimulan Gempa Tahap Kedua di Majene Akan Disalurkan 15 November 2024

Menurut Fauzan, sekitar 80% mahasiswa Pasangkayu yang berada di Majene diperkirakan tidak akan menyalurkan hak suara mereka pada Pilgub dan Pilbup. Dari sekitar 620 mahasiswa asal Pasangkayu yang kuliah di Majene, banyak yang merasa tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai mekanisme pindah pilih. Pasalnya, pihak penyelenggara lebih fokus pada sosialisasi untuk pemilih di wilayah masing-masing.

Baca Juga  PJ Kades Betteng Klarifikasi Terkait Isu Dugaan Pemaksaan dalam Pilkada

“Seharusnya, penyelenggara pemilu baik di Majene, Pasangkayu, maupun tingkat provinsi, memiliki regulasi khusus untuk mahasiswa yang sedang menempuh studi di luar daerah asalnya. Selain itu, waktu pelaksanaan pemilu yang bertepatan dengan ujian akhir membuat jarak antara Majene dan Pasangkayu yang cukup jauh menjadi kendala, apalagi libur kuliah hanya satu hari,” ungkap Fauzan.

Baca Juga  Ketua STAIN Majene Ingatkan Harmoni Pilkada, Netralitas ASN, dan Tantangan Keberagaman

Akibatnya, banyak mahasiswa asal Pasangkayu yang lebih memilih untuk tidak menggunakan hak pilih mereka atau golput.

Hingga berita ini Diterbitkan, wartawan pesisirmandar.com masih mencari informasi dari pihak KPU Pasangkayu

(pesisirmandar/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *