Pesisirmandar.com, Majene – Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Pasangkayu yang sedang menempuh studi di Kabupaten Majene berpotensi tidak menggunakan hak pilih mereka pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2024.
Fauzan, salah satu mahasiswa asal Pasangkayu yang kuliah di Majene, mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan pesisirmandar.com pada Senin (18/11/2024).
Menurut Fauzan, sekitar 80% mahasiswa Pasangkayu yang berada di Majene diperkirakan tidak akan menyalurkan hak suara mereka pada Pilgub dan Pilbup. Dari sekitar 620 mahasiswa asal Pasangkayu yang kuliah di Majene, banyak yang merasa tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai mekanisme pindah pilih. Pasalnya, pihak penyelenggara lebih fokus pada sosialisasi untuk pemilih di wilayah masing-masing.
“Seharusnya, penyelenggara pemilu baik di Majene, Pasangkayu, maupun tingkat provinsi, memiliki regulasi khusus untuk mahasiswa yang sedang menempuh studi di luar daerah asalnya. Selain itu, waktu pelaksanaan pemilu yang bertepatan dengan ujian akhir membuat jarak antara Majene dan Pasangkayu yang cukup jauh menjadi kendala, apalagi libur kuliah hanya satu hari,” ungkap Fauzan.
Akibatnya, banyak mahasiswa asal Pasangkayu yang lebih memilih untuk tidak menggunakan hak pilih mereka atau golput.
Hingga berita ini Diterbitkan, wartawan pesisirmandar.com masih mencari informasi dari pihak KPU Pasangkayu
(pesisirmandar/Red)
