Majene  

‎Polres Majene Tindaklanjuti Laporan Dugaan Pemukulan Mahasiswa oleh Oknum Satpol PP

Gambar : Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim). Iptu Fredy, S.H., M.H. saat diwawancarai awak media di halaman Kantor Polres Majene pada Kamis, (26/2/2026).

pesisirmandar.com, Majene — Kepolisian Resor (Polres) Majene menindaklanjuti laporan dugaan pemukulan yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene saat aksi demonstrasi di Kantor Bupati Majene, Rabu (18/2/2026) lalu.

‎Laporan tersebut dilayangkan oleh mahasiswa bernama Syaiful Islam dan telah diterima pihak kepolisian berdasarkan Surat Tanda Bukti Lapor Nomor: STBL/47/B/2026/POLDA Sulbar/RES MJN/SPKT.

‎Dalam laporannya, korban mengadukan dugaan tindakan pemukulan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor Bupati Majene.

‎Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Majene, Iptu Fredy, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut karena aduan resmi baru diterima kepolisian.

‎“Kami tindak lanjuti untuk dilakukan penyelidikan karena laporannya juga baru masuk,” ujar Fredy saat ditemui awak media di halaman Mapolres Majene, Kamis (26/2/2026).

‎Saat ini, polisi masih melakukan proses penyelidikan guna mengungkap kronologi serta pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

‎Sebelumnya, diberitakan Aksi demonstrasi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene di depan Kantor Bupati Majene, Rabu (18/2/2026), berujung ricuh. Seorang mahasiswa mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Majene saat massa berupaya menemui Wakil Bupati Majene.

‎Aksi tersebut merupakan bentuk protes mahasiswa atas belum dibukanya akses jalan menuju kampus yang disebut tertutup akibat persoalan lahan. Mahasiswa menilai kondisi itu menghambat aktivitas akademik dan mendesak Pemerintah Kabupaten Majene segera mengambil langkah penyelesaian.

‎Kericuhan bermula ketika massa aksi mencoba memasuki kantor bupati untuk bertemu langsung dengan Wakil Bupati. Namun, upaya tersebut dihadang aparat Satpol PP yang berjaga di pintu masuk, sehingga memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas.

‎Dalam situasi itu, seorang mahasiswa yang berada di barisan depan mengaku mengalami kekerasan fisik. Massa aksi menilai tindakan aparat telah melampaui batas kewenangan pengamanan.

‎“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dan menemui wakil bupati yang katanya bersedia menerima massa aksi, tapi justru mendapat tindakan represif. Kami meminta oknum Satpol PP yang melakukan pemukulan segera dipecat,” kata Syaiful Islam, Mahasiswa STAIN Majene yang diduga kena pukulan.

‎Mahasiswa juga mendesak pemerintah daerah mengusut insiden tersebut secara transparan dan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran. Selain itu, mereka kembali menegaskan tuntutan utama, yakni pembukaan akses jalan menuju kampus yang dinilai vital bagi kelancaran kegiatan perkuliahan.

‎“Kami hanya menuntut hak kami sebagai mahasiswa. Tetapi kenapa sampai aspirasi dibalas dengan kekerasan,” ujar seorang peserta aksi lainnya.

‎Sementara itu, Kepala Satpol PP Majene, Andi Tamma B, mengatakan persoalan tersebut akan diupayakan selesai secara damai. Ia juga menyebut insiden terjadi di tengah situasi yang memanas antara kedua belah pihak.

‎“Ini akan kami selesaikan secara baik-baik. Tidak perlu dibesar-besarkan. Kami juga akan membicarakan hal ini secara internal untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.

‎Menurut Andi Tamma, tidak hanya mahasiswa yang mengalami insiden, tetapi juga ada anggota Satpol PP yang mengalami luka cakaran. Meski demikian, pihaknya memastikan penyelesaian akan ditempuh melalui pendekatan kekeluargaan.

‎Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa masih mendesak pemerintah daerah segera membuka akses jalan kampus serta meminta adanya kejelasan terkait dugaan tindakan represif dalam pengamanan aksi tersebut.

Baca Juga  Sakral Gelar Aksi di Depan Polres Majene, Desak Penetapan Tersangka Kasus Pelecehan Seksual di SMA 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *