Pesisirmandar.com, Majene– Jembatan yang putus akibat banjir di Desa Leling, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, membuat PT. Manakarra Unggul Lestari mengambil inisiatif menyediakan perahu pencara sebagai jalur alternatif bagi masyarakat, Selasa (12/11/2024).
Langkah ini merupakan bentuk kepedulian PT. Manakarra Unggul Lestari, sebuah perusahaan pabrik sawit yang berlokasi di Desa Leling.
Pengontrakan perahu pencara dilakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan akibat terputusnya akses jembatan, yang berdampak besar pada aktivitas harian warga, terutama tenaga kesehatan, guru, siswa, serta karyawan perusahaan.
“Kami melihat banyak tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan siswa yang harus menyeberang setiap pagi untuk pergi ke kantor atau sekolah. Sebelumnya, mereka dikenakan tarif Rp10.000 per orang untuk menggunakan perahu pencara. Karena itu, kami memutuskan untuk mengontrak perahu ini selama satu bulan, agar mereka dapat menyeberang tanpa biaya,” ujar Muh. Dahlan Prahats, Pimpinan Jenderal Manager PT. MUL, melalui wawancara via WhatsApp.
Layanan perahu pencara ini gratis dan diperuntukkan khusus bagi tenaga kesehatan, guru, siswa, orang sakit, serta karyawan PT. Manakarra Unggul Lestari. Program ini bertujuan menunjang kesejahteraan masyarakat Desa Leling, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Dahlan menambahkan, langkah ini menunjukkan bahwa PT. Manakarra Unggul Lestari tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat sekitar.
“Kami ingin memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik meski dalam situasi sulit seperti ini,” tutupnya.
(Pesisirmandar/Alifuddin)
