Majene  

STAIN Majene Torehkan Prestasi Akademik, Empat Guru Besar Lahir Sepanjang 2025

Sumber Gambar : stainmajene.ac.id

pesisirmandar.com, Majene — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene kembali menorehkan prestasi akademik dengan melahirkan empat guru besar sepanjang tahun 2025. Capaian ini menegaskan posisi STAIN Majene sebagai perguruan tinggi yang terus bertumbuh dalam pengembangan sumber daya manusia akademik, baik pada rumpun ilmu keislaman maupun ilmu umum.

Empat guru besar tersebut masing-masing Prof. Dr. Bahruddin, M.Ag sebagai Guru Besar Tafsir Ahkam, Prof. Dr. Anwar Sadat, M.Ag dalam bidang Sosiologi Hukum Islam, Prof. Dr. Mulyadi, M.Sos.I dalam bidang Sosiologi Dakwah, serta Prof. Abdul Rahman Kanang, Ph.D sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara dengan konsentrasi Hukum Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca Juga  ‎HMI Desak Polres Majene Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Kredit Fiktif di BRI

Prof. Abdul Rahman Kanang menjadi satu-satunya guru besar yang berasal dari rumpun ilmu umum di bawah Kemendiktisaitek. Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa STAIN Majene mulai menunjukkan wajah perguruan tinggi yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

“Ini menandakan STAIN Majene tidak hanya kuat dalam kajian keislaman, tetapi juga mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu umum, khususnya dalam isu ketatanegaraan, demokrasi, dan hak asasi manusia,” kata Abdul Rahman saat diwawancarai, Rabu. (17/12/2025)

Menurut dia, bertambahnya jumlah guru besar akan berdampak langsung pada penguatan kualitas pembelajaran, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Peran profesor, kata dia, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai rujukan keilmuan dan mitra strategis pemerintah dalam perumusan kebijakan publik.

Baca Juga  Pernyataan BADKO HMI Sulbar Dinilai Kontradiktif dan Tidak Berdasar Konstitusi

Keberhasilan ini, lanjut Abdul Rahman, tidak terlepas dari kepemimpinan seorang wanita hebat yakni, Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin, ST., MT, Ketua STAIN Majene yang secara konsisten mendorong tata kelola akademik yang progresif dan berorientasi mutu. Pembinaan karier dosen dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, sehingga mempercepat lahirnya guru besar lintas disiplin ilmu.

Lahirnya empat guru besar dalam satu tahun menjadi indikator kematangan institusi dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Guru besar merupakan puncak karier akademik dosen yang menuntut produktivitas riset berkelanjutan, publikasi ilmiah bereputasi, serta kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan sosial.

Baca Juga  Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Abdul Rahman Soroti Melemahnya Perlindungan Anak diIndonesia

“Ke depan, kami berharap kehadiran para profesor ini semakin memperkuat ekosistem akademik STAIN Majene dan mendorong pengembangan kajian interdisipliner yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Abdul Rahman.

Secara kelembagaan, bertambahnya jumlah guru besar menjadi salah satu tolok ukur peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing perguruan tinggi. Dengan capaian tersebut, STAIN Majene kian mantap melangkah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan kebangsaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *