pesisirmandar.com,Majene— Organisasi masyarakat sipil Titik Merah mendesak Kapolri untuk mengevaluasi dan mencopot Kapolda Sulawesi Barat serta Kapolres Majene. Desakan itu disampaikan menyusul maraknya peredaran rokok ilegal yang dinilai masih bebas beredar di Kabupaten Majene.
Kadi, El Comandante,Titik Merah menilai aparat penegak hukum belum menunjukkan langkah tegas dalam memberantas jaringan distribusi rokok ilegal meski berbagai kritik dan laporan telah berulang kali disampaikan.
“Ini sudah beberapa kali kami menyampaikan kritik dan desakan kepada aparat penegak hukum, namun hingga kini belum terlihat tindakan nyata terhadap para distributor rokok ilegal. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat,” ujar Kadi kepada pesisirmandar.com.Kamis,(4/6/2026).
Menurutnya, peredaran rokok ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi mengurangi penerimaan negara dari sektor cukai.
Kadi juga menegaskan bahwa Kapolda Sulbar dan Kapolres Majene perlu dievaluasi karena dinilai belum mampu menuntaskan peredaran rokok ilegal yang telah lama menjadi sorotan publik.
“Kami mendesak Kapolri untuk mengevaluasi dan mencopot Kapolda Sulbar serta Kapolres Majene apabila tidak mampu menuntaskan peredaran rokok ilegal di Majene. Negara dirugikan dan masyarakat berhak mendapatkan kepastian penegakan hukum,” tegasnya.
Selain meminta evaluasi terhadap pimpinan kepolisian di daerah, Titik Merah juga mendesak aparat segera mengusut dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam distribusi rokok ilegal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Polda Sulawesi Barat maupun Polres Majene terkait desakan yang disampaikan Organisasi Titik Merah.
