Oleh : M. Randi
Pesisirmandar.com, Opini —Pilkada merupakan momentum demokrasi yang penting bagi kemajuan suatu daerah. Namun, dalam proses ini, sering kali kita lupa bahwa perbedaan pilihan politik tidak seharusnya memengaruhi hubungan antarsesama, terutama dalam konteks kekeluargaan dan persatuan. Oleh karena itu, menjaga netralitas dan kekeluargaan dalam suasana Pilkada sangatlah penting.
Menjaga Netralitas, yang berarti bersikap tidak memihak, baik secara pribadi maupun sebagai anggota komunitas, sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang adil dan damai. Dalam banyak kasus, pilihan politik dapat menjadi sumber perpecahan. Padahal, yang terpenting adalah memilih pemimpin berdasarkan visi, misi, dan kualitas mereka. Dengan menjaga netralitas, kita dapat menghindari konflik yang tidak perlu sekaligus memberikan ruang bagi demokrasi untuk berkembang secara sehat.
Selain itu, salah satu aspek paling fundamental dalam kehidupan bermasyarakat adalah menjaga kekeluargaan. Ketika politik menjadi penyebab perpecahan dalam keluarga atau komunitas, kita perlu mengingat bahwa hubungan kekeluargaan lebih penting daripada perbedaan pilihan politik. Meski memiliki pandangan yang berbeda, kita harus tetap saling menghormati dan menjaga hubungan baik. Dalam suasana Pilkada, komunikasi yang terbuka dan saling mendengarkan sangat diperlukan agar perbedaan politik tidak merusak kebersamaan. Kekuatan sejati suatu bangsa terletak pada rasa persatuan dan solidaritas antarwarganya.
Politik semestinya menjadi sarana untuk mencapai tujuan bersama, bukan untuk memecah belah. Ketika perbedaan politik menciptakan perpecahan dalam keluarga atau masyarakat, kita harus mengingatkan diri bahwa tujuan utama adalah kesejahteraan bersama. Pilihan politik boleh berbeda, tetapi semangat untuk membangun daerah dan bangsa harus tetap satu. Dalam Pilkada, mari kita hindari fitnah, ujaran kebencian, dan politik identitas yang berpotensi merusak keharmonisan sosial.
Pilkada adalah hak setiap warga negara untuk menentukan pemimpinnya. Namun, hal ini tidak boleh mengorbankan hubungan kekeluargaan dan persatuan. Menjaga netralitas politik dan memelihara kekeluargaan yang harmonis adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera.
Mari kita ingat bahwa meskipun berbeda pilihan, kita tetap satu keluarga besar dengan tujuan yang sama, yaitu kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Mesa Kada Dipotuho, Pantang Kada Dipomate.
Penulis Merupakan Pemuda Asli Kab. Mamasa yang juga Pengurus HMI BADKO Sulselbar
