Viral Mahasiswa Jual Motor demi Uang Kuliah, Begini Respon Ketua STAIN Majene !!!

Doc. Humas STAIN Majene, Wasilah Sahabuddin Ketua STAIN Majene.

pesisirmandar.com, Majene — Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Wasilah Sahabuddin, angkat bicara terkait kabar seorang mahasiswa yang terpaksa menjual motornya untuk membayar biaya kuliah, Senin (10/2/2025).

Wasilah menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut, namun menegaskan bahwa besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) ditetapkan oleh Kementerian Agama.

“Jika ada mahasiswa yang mengalami kesulitan, kami selalu membuka kesempatan untuk pengajuan keringanan. Setelah pengajuan diterima, kami akan berkoordinasi dengan pihak pusat untuk mencari solusi terbaik,” ujar Ketua STAIN Majene saat diwawancarai melalui Via WhatsApp pada Senin Malam,(10/2/25).

Baca Juga  Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri di Majene, Pakar Komunikasi Soroti Pentingnya Komunikasi Dalam Membangun Kesehatan Mental

Ia juga menambahkan bahwa STAIN Majene memiliki UKT yang relatif rendah dibandingkan perguruan tinggi lain. “UKT tertinggi di STAIN Majene hanya sebesar Rp1,5 juta,” jelasnya.

Pihak kampus berharap mahasiswa yang mengalami kendala finansial dapat memanfaatkan skema keringanan atau bantuan yang tersedia.

Terdesak Biaya Kuliah, Mahasiswa STAIN Majene Rela Jual Motor

Sebelumnya, Dilansir dari laman limasidik.com Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, semester 4, Iming, terpaksa menjual motornya seharga Rp3 juta untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ini. Keputusan tersebut diambil karena tidak ada lagi sumber dana lain yang bisa diandalkan.

Baca Juga  Tiga Kandidat Berebut Kursi Ketua Umum HMI Cabang Majene dalam Konfercab ke-VII

Menurut Iming, kesulitan finansial bukanlah hal baru baginya. Sejak semester 2, ia sudah mengalami kendala dalam membayar biaya kuliah. Namun, saat itu, teman-teman sekelasnya turut membantu, sehingga ia masih bisa melanjutkan pendidikan.

“Saat itu, saya sempat mau berhenti kuliah karena benar-benar tidak memiliki uang untuk membayar biaya kuliah. Tapi, teman-teman saya sangat baik dan membantu saya untuk membayar biaya kuliah,” ujar Iming.

Pada semester 3, Iming kembali kesulitan membayar biaya kuliah hingga terpaksa mengajukan pinjaman ke bank. Hingga kini, ia belum mampu melunasi utang tersebut.

Baca Juga  KAMRI Deklarasi Pembentukan Komite Kota Majene Sekaligus Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Karena keterbatasan ekonomi yang semakin mendesak, ia akhirnya menjual motornya untuk membayar UKT semester ini. Ia berharap pihak kampus dapat memberikan keringanan atau bantuan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial seperti dirinya.

“Saya berharap bahwa kampus dapat memahami kesulitan saya dan memberikan keringanan atau bantuan, sehingga saya dapat melanjutkan studi,” tutupnya.

Ikuti Berita Terbaru

Dapatkan berita terbaru dan terpercaya di ponsel Anda dengan mengakses saluran pesisirmandar.com melalui WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vavk6qe8qJ01a0SjC33e

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *