pesisirmandar.com, Majene – Tumpukan sampah menggunung di pinggir jalan pusat Kota Majene, tepatnya di Jalan Tambaru, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, dikeluhkan warga. Sampah yang berserakan itu menimbulkan bau menyengat dan mengganggu pengguna jalan. Selasa,(4/3/24).
Tumpukan sampah tersebut berada di dekat kediaman Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariani. Warga meminta para pedagang di sekitar lokasi untuk tidak lagi membuang limbah dagangan mereka di tempat tersebut.
“Kami berharap pedagang ikan, sayuran, dan lainnya lebih sadar akan kebersihan lingkungan. Bau sampah ini sangat mengganggu dan berdampak pada warga sekitar,” ujar salah seorang warga pada pesisirmandar.com, Selasa,(4/3/25).
Selain itu, warga juga menyoroti lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani persoalan ini. Hingga saat ini, tumpukan sampah masih dibiarkan tanpa penanganan yang jelas.
“Seperti dibiarkan begitu saja. Ini kan pusat kota, seharusnya lebih diperhatikan,” kata warga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan agar Kota Majene kembali bersih dan nyaman.
Sebelumnya, Dilansir dari tribunsulbar.com, Utang Bahan Bakar Minyak (BBM) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Majene terus bertambah.
Kepala DLHK Majene, Inindria mengatakan hal ini menjadi masalah serius, karena kendaraan pengngkut sampah sering tidak bisa beroperasi karena kekurangan bahan bakar.
Jika tak segera teratasi, maka bisa berakibat pada pengangkutan sampah di Kota Majene tak akan maksimal.
“Salah satu penyebab utama adalah utang yang belum terbayarkan ke pihak SPBU. Hingga saat ini, utang DLHK Majene untuk pembelian bahan bakar mencapai Rp25 juta, yang belum dibayar sejak tahun lalu.
“Ini kami belum bayar utang, dan sebelumnya capai Rp 25 juta, karena kekurangan anggaran, kami terpaksa ngutang lagi, dan makin bertambah, ” Kata Inindria saat ditemui Tribun Sulbar.com di kantornya.
Menurutnya, setiap bulan, DLHK selalu melakukan pembayaran dengan sistem bon, namun karena utang yang terus menumpuk, pihak SPBU enggan menerima permohonan bon apabila jumlahnya terlalu besar.
Inindria menjelaskan bahwa jika utang tidak dibayar, armada sampah akan kesulitan mendapatkan bahan bakar, yang berujung pada penumpukan sampah di Kota Majene.
Saat ini, DLHK Majene hanya memiliki enam armada sampah yang beroperasi.
“Kami berharap pemda dapat segera memperhatikan kondisi keuangan DLHK, terutama terkait pembayaran bahan bakar, agar pengangkutan sampah dapat berjalan lancar dan tidak terganggu,” pintanya.
Ikuti Berita Terbaru
Dapatkan berita terbaru dan terpercaya di ponsel Anda dengan mengakses saluran pesisirmandar.com melalui WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vavk6qe8qJ01a0SjC33e
