Evaluasi PKG, Dinkes Majene Perkuat Tiga Strategi Tingkatkan Capaian Program

pesisirmandar.com,Majene— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Cafe Lembo, Rabu (17/6/2026).

Rakor tersebut dihadiri seluruh kepala puskesmas, penanggung jawab Promosi Kesehatan (Promkes), serta penanggung jawab PKG se-Kabupaten Majene.

Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan PKG di masing-masing wilayah kerja puskesmas sekaligus memperkuat koordinasi guna meningkatkan capaian program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya deteksi dini penyakit.

Dalam forum tersebut, setiap puskesmas memaparkan perkembangan pelaksanaan PKG di wilayahnya. Hasil evaluasi menunjukkan adanya sejumlah capaian positif, namun masih ditemukan beberapa kendala yang memengaruhi optimalisasi program.

Baca Juga  Kadisdikpora Tindaklanjuti Surat Wabup Majene Terkait Ketenagaan dan Aset Pendidikan

Beberapa permasalahan yang menjadi perhatian antara lain rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, kendala teknis pelaksanaan di lapangan, serta keterbatasan akses dan waktu masyarakat untuk datang ke puskesmas.

Selain melakukan evaluasi, peserta rakor juga berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan di wilayah masing-masing. Strategi yang terbukti efektif diharapkan dapat menjadi referensi bagi puskesmas lain dalam meningkatkan cakupan layanan PKG.

Baca Juga  Berita Foto: SDN 2 Kampung Baru Peringati Hari Sumpah Pemuda

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Dinkes Majene menegaskan perlunya penguatan pelaksanaan program melalui tiga strategi utama.

Pertama, memperkuat promosi kesehatan dengan mendorong petugas Promkes lebih aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).

Kedua, mengoptimalkan koordinasi lintas sektor dengan melibatkan camat, kepala desa, tokoh agama, PKK, dan kader kesehatan. Langkah ini dilakukan agar PKG menjadi gerakan bersama yang didukung seluruh elemen masyarakat.

Ketiga, memaksimalkan pemanfaatan berbagai media komunikasi, seperti grup WhatsApp warga, kegiatan pengajian, sekolah, media sosial, hingga pengeras suara masjid untuk memperluas jangkauan informasi program hingga ke pelosok desa.

Baca Juga  Balutan Kain Warisan Daerah: Puskesmas Banggae 1 Jadikan Sutra Mandar Bagian Budaya Kerja

Sementara itu, Dinkes Majene menargetkan seluruh puskesmas terus meningkatkan kualitas pelaksanaan PKG guna mendukung pencapaian target nasional. Dengan meningkatnya cakupan pemeriksaan kesehatan, deteksi dini penyakit diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko penyakit berkembang ke stadium lanjut dapat dicegah.

“Deteksi dini itu gratis. Pengobatan penyakit stadium lanjut biayanya mahal,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Majene.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *