pesisirmandar.com,Majene – Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menggelar kegiatan penguatan program gizi yang diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan masyarakat, bertempat di Aula Siamasei Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Senin (30/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Penanggung Jawab (Pj.) Gizi Kabupaten, tenaga gizi dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Majene, admin SIGIZIKESGA entry gizi puskesmas, Pj. Program ASPAK Dinas Kesehatan, pengelola barang dan aset Dinas Kesehatan, serta Pj. Data BPJS Dinas Kesehatan.
Pertemuan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat koordinasi antarpelaksana program, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program gizi di tingkat puskesmas maupun kabupaten.
Pada hari pertama kegiatan, sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya penyegaran kembali Definisi Operasional (DO) indikator balita dan indikator gizi untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan akurasi pelaporan data.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan terkait format rujukan balita stunting guna memperkuat sistem rujukan dan penanganan kasus stunting secara lebih terintegrasi dan terstruktur.Agenda lainnya adalah evaluasi pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal yang bertujuan menilai efektivitas program sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas pada bidang gizi sebagai langkah optimalisasi pemanfaatan anggaran untuk mendukung berbagai program kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Majene berharap melalui kegiatan ini seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman teknis dan kapasitas pelaksanaan program, sehingga upaya percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan status gizi masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Kegiatan penguatan program gizi ini dijadwalkan berlanjut pada hari berikutnya dengan materi lanjutan yang berfokus pada penguatan integrasi program, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan layanan gizi di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

