Majene  

‎‎Di Tengah Era Post-Truth, Unsulbar News Menegaskan Diri Sebagai Pilar Informasi Edukatif Mahasiswa

Gambar : Pembina UKM Unsulbar News, Muhammad Abduh. Sumber foto Unsulbar News.

pesisirmandar.com, Majene — Di tengah gempuran arus informasi yang kian cepat, tak sedikit media terjebak dalam pusaran opini, viralitas, dan sensasionalisme. Namun, bagi Unsulbar News—media kampus yang dikelola langsung oleh mahasiswa Universitas Sulawesi Barat—komitmen terhadap verifikasi, keberimbangan, dan edukasi tetap menjadi landasan utama kerja jurnalistik.

‎Dalam wawancara khusus bersama Muhammad Abduh, S Kom, selaku Pembina Umum UKM Pers Unsulbar News, ditegaskan bahwa lahirnya Unsulbar News bukan tanpa alasan. Media ini berdiri dari keresahan kolektif sivitas akademika terhadap informasi yang bias bahkan salah kaprah tentang kampus. “Misi utama kami jelas: menyampaikan informasi yang benar, berimbang, serta membangun insan akademik melalui jurnalisme yang edukatif dan terpercaya,” ujar Abduh, Rabu (25/06/2025).

‎Tantangan Era Post-Truth: Saat Fakta Tertindas oleh Viralitas

‎Abduh menyoroti bahwa era post-truth telah memutarbalikkan tatanan informasi. Opini seringkali tampak lebih meyakinkan daripada data, dan yang viral bisa dianggap benar meski belum diverifikasi. Dalam konteks ini, media kampus punya peran krusial. “Tugas jurnalis mahasiswa bukan ikut-ikutan menyebar isu mentah, tapi memverifikasi, meneliti, dan menyajikan kebenaran berbasis data,” tegasnya.

‎Independensi Redaksi di Tengah Dinamika Kampus

‎Di tengah lingkungan akademik yang tak luput dari dinamika internal, keberpihakan jadi isu sensitif. Namun bagi Unsulbar News, netralitas bukan hanya pilihan, tetapi prinsip. “Kami tak pernah menerima somasi atau teguran, karena redaksi bekerja dengan landasan ilmiah dan etika jurnalistik yang kuat,” tambah Abduh. Independensi ini menjadi identitas penting Unsulbar News sebagai ruang belajar sekaligus ruang kritik yang sehat.

‎Adaptasi Konten: Dari Mahasiswa, Untuk Mahasiswa

‎Menyadari perubahan tren informasi di era digital, Abduh menekankan pentingnya Unsulbar News untuk beradaptasi dengan preferensi generasi Z. Video pendek, infografis, podcast, hingga visual interaktif disebut sebagai bentuk baru penyajian berita yang perlu digarap serius. “Tapi ingat, meski kemasannya menarik, esensinya harus tetap mendidik,” ujarnya.

‎Dari Lembaga Informasi ke Lembaga Intelektual

‎Lebih dari sekadar menyampaikan kabar, Abduh menekankan bahwa Unsulbar News punya peran membentuk nalar kritis mahasiswa. Rubrik opini dan investigasi perlu dikembangkan untuk mengasah keberanian berpikir dan menulis secara argumentatif. “Kritik boleh, bahkan perlu. Tapi harus berbasis data, bukan sekadar menyerang. Di situ letak intelektualitas jurnalis kampus,” pungkasnya.

‎Menjaga Jurnalistik yang Mendidik di Tengah Kegaduhan Digital

‎Di tengah era informasi yang penuh distorsi, Unsulbar News memilih untuk tetap waras dan jujur. Menjadi pelayan informasi yang tak hanya cepat, tapi juga dapat dipercaya. Ini bukan hanya tentang menyampaikan berita—ini tentang mendidik publik kampus, menjaga demokrasi informasi, dan menghidupkan tradisi berpikir kritis di kalangan mahasiswa.

‎Karena di tengah bisingnya dunia digital, jurnalisme mahasiswa yang bersih dan bernalar adalah cahaya yang tak boleh padam.


‎Sumber : Unsulbarnews

Baca Juga  KAMRI Ancam Gelar Aksi Demonstrasi, Desak Kepala BKPSDM Segera Dicopot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *