Pesisirmandar.com, Polewali Mandar – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah momen penting untuk menentukan pemimpin daerah selama lima tahun ke depan. Keberhasilan Pilkada tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam pengawasan.
Pengawasan masyarakat menjadi kunci utama untuk memastikan Pilkada berjalan jujur, adil, dan transparan. Peran aktif masyarakat dapat membantu mencegah pelanggaran seperti politik uang, kampanye hitam, manipulasi data pemilih, dan bentuk pelanggaran lainnya.
Andi Agung, Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Parmas dan Humas Panwaslu Kecamatan Alu, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam proses demokrasi ini.
“Ikut mengawasi Pilkada adalah hak sekaligus tanggung jawab masyarakat. Dengan begitu, partisipasi masyarakat diharapkan mampu meningkatkan fungsi pencegahan dan pengawasan,” ujarnya.
Media sosial pun bisa menjadi sarana pengawasan efektif jika dimanfaatkan untuk berbagi informasi valid dan melawan hoaks atau berita provokatif. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya.
Pengawalan suara hingga di tempat pemungutan suara (TPS) juga menjadi langkah penting untuk memastikan hasil pemilu mencerminkan aspirasi rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan penyelenggara, tetapi juga seluruh warga negara.
Andi Agung juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik.
“Dalam kontestasi politik, sudah semestinya kita memiliki pilihan yang berbeda. Namun, itu bukan alasan untuk mendirikan dinding pembatas atau memutus tali persaudaraan,” tegasnya.
Ia menambahkan beberapa imbauan penting:
“Tolak politik uang, tolak golput, dan tolak hoaks serta isu SARA. Dari proses yang baik, akan tercipta hasil yang baik pula. Mari bersama-sama menyukseskan Pilkada Tahun 2024 yang aman dan damai.” Tutupnya.
(Pesisirmandar/Red)
