Pesisirmandar.com, Majene – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene, Hendra Wahid, memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Barat atas suksesnya penyelenggaraan debat calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Barat.
Menurut Hendra, debat tersebut berhasil menjadi ruang strategis bagi para calon pemimpin untuk menyampaikan visi, misi, dan program mereka kepada masyarakat.
“Debat ini memberikan kesempatan kepada para calon untuk memaparkan gagasan mereka secara langsung kepada publik. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan ruang untuk menilai calon berdasarkan program dan solusi konkret yang ditawarkan,” ujar Hendra saat diwawancarai usai menyaksikan debat ketiga di Gedung Assamalewuang, Kabupaten Majene. Rabu,(20/11/24)Malam.
Ia menilai bahwa keberhasilan KPU dalam mengatur jalannya debat mencerminkan komitmen mereka untuk menjaga kualitas demokrasi di Sulawesi Barat.
“Debat publik bukan sekadar ajang unjuk kemampuan bicara, tetapi menjadi wadah penting bagi para calon untuk menjelaskan pandangan politik dan langkah-langkah konkret yang akan mereka ambil,” tambahnya.
Hendra juga menyoroti pentingnya masyarakat, terutama generasi muda, memahami visi-misi para calon sebelum menentukan pilihan.
“Sebagai pemilih, kita tidak boleh hanya mengandalkan informasi sepintas atau isu yang berkembang. Debat publik memberikan gambaran langsung tentang kemampuan dan integritas calon pemimpin,” katanya.
Ia turut memuji KPU Sulbar yang dinilai berhasil menjaga netralitas dan profesionalisme selama penyelenggaraan debat.
Menurutnya, suasana debat berjalan konstruktif tanpa intervensi, menunjukkan transparansi yang patut diapresiasi.
“Debat ini berlangsung adil, tanpa keberpihakan pada salah satu calon. Semua diberi ruang yang sama untuk menyampaikan gagasan mereka. Hal ini menunjukkan komitmen KPU dalam menciptakan pemilu yang jujur dan berintegritas,” jelas Hendra.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat, khususnya kaum muda, untuk menjadikan debat publik sebagai referensi utama dalam menentukan pilihan.
“Debat publik adalah momen penting untuk mengenal karakter dan visi calon pemimpin. Saya berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan momen ini untuk memilih dengan bijak. Jangan sampai golput,” tegasnya.
Hendra juga menyarankan agar masyarakat yang belum sempat menyaksikan debat dapat mengakses rekamannya melalui berbagai media daring.
“Semua materi debat yang telah disampaikan dapat disimak kembali. Ini menjadi bekal penting bagi kita dalam memilih pemimpin yang benar-benar memahami kebutuhan daerah,” tutupnya.
(Pesisir mandar/Red)
