Pesisirmandar.com, Majene – Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Muhammad Abdy menanggapi persoalan Kekosongan jabatan Presiden mahasiswa (Presma) dan wakil presiden mahasiswa (Wapresma) Unsulbar. Hal ini sempat menjadi sorotan mahasiswa beberapa waktu lalu.
Dilansir dari media Unsulbar News, Menanggapi kekosongan jabatan Presma ini, Rektor Unsulbar Prof Dr Muhammad Abdy SSi MSi, menuturkan kondisi tersebut tidak terlepas karena belum adanya aturan khusus sebagai landasan Organisasi kemahasiswaan (Ormawa) .
“Mungkin aturanya yang belum jelas, makanya kita sementara buat aturan itu, karena harus ada landasan aturan sehingga Presma ini berjalan dengan baik nantinya,” ucap Prof Abdy saat diwawancara Unsulbar News, Kamis (21/11/2024).
Ia mengatakan aturan terkait Ormawa tengah digodok bersama Wakil Dekan III setiap fakultas.
“Kami sekarang sementara menyusun organisasi kemahasiswaan (Ormawa), mungking setelah keluar Ormawa itu kita akan segera membentuk itu,” ujar Prof Abdy.
Rektor mengatakan, pembuatan peraturan Ormawa ini sangat penting agar tidak terjadinya tumpang tindih.
“Pada Ormawa nanti, di dalamnya sudah akan ada beberapa, sudah termasuk bagaimana membentuk UKM, bagaimana kegiatan-kegiatan di kampus. Karena, selama inikan pembentukan UKM ini seperti tumpang tindihkan, ada UKM olahraga ada lagi UKM bulutangkis kan itu sama,” kritiknya.
Rektor Prof Abdy menambahkan pembentukan Presma ditargetkan dilakukan pada awal tahun depan. Harapannya agar kegiatan kemahasiswaan bisa kondusif dan berjalan dengan baik.
“Mudah mudahan segera bisa terbentuk, supaya kegiatan kemahasiswaan bisa kondusif berjalan dengan baik, karena selama ini kan masing-masing kayak tidak ada yang berkordinir di antara BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) setiap fakultas, masing masing jalan sendiri sendiri,” katanya.
Meski tidak semua perguruan tinggi memiliki Presma, tetapi kata Prof Abdy di Unsulbar harus ada Presma.
“Sebenarnya, banyak perguruan tinggi yang tidak memilik Presma, tetapi Insya Allah di Unsulbar pasti akan ada Presma,” pungkasnya.
Sekadar informasi, Presma Unsulbar mengalami kekosongan jabatan sudah cukup lama. Adapun pemilihan Presma terakhir untuk periode 2020-2021 berlangsung pada 25 Februari 2020 silam.
Presma dan Wapresma terpilih kala itu adalah Muhammad Iqsam (Akuntansi 2015) dan Irwan (Pendidikan Fisika 2016). Namun terpilihnya mereka diwarnai aksi protes mahasiswa.
Sebelumnya, Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Kadi, menyoroti kekosongan jabatan Presiden Mahasiswa (Presma) di kampus tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Kadi kepada awak media di salah satu warkop di Kabupaten Majene, Rabu (6/11/24).
Menurut Kadi, kekosongan jabatan Presma seharusnya tidak boleh dibiarkan begitu saja.
“Ini harus menjadi perhatian serius birokrasi kampus Unsulbar, sebab kekosongan jabatan Presma menunjukkan bahwa proses dinamika lembaga mahasiswa tidak berjalan,” ujarnya.
Kadi menegaskan pentingnya peran Presma sebagai garda terdepan dalam mengawal aspirasi mahasiswa dan memastikan agenda-agenda mahasiswa tetap berjalan.
“Secara struktur, Presma adalah pimpinan tertinggi di organisasi internal kampus. Masa iya BEM fakultas dan himpunan mahasiswa jurusan ada, tapi Presma tidak ada? Ini aneh dan kita menganggap hal tersebut biasa-biasa saja. Padahal, ini adalah bentuk kemunduran dan akan tercatat dalam sejarah bahwa Unsulbar pernah tidak memiliki Presma,” tegasnya.
Ia juga mengkritik birokrasi kampus yang dinilai diam dan membiarkan kekosongan jabatan tersebut. “Birokrasi kampus seharusnya menjadi inisiator untuk mengatasi kekosongan jabatan Presma ini,” lanjutnya.
Kadi mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan membangun aliansi dan merencanakan aksi demonstrasi di depan Rektorat Unsulbar sebagai bentuk keprihatinan atas situasi ini.
