Demonstrasi Mahasiswa STAIN Majene Tuntut Transparansi Anggaran Kampus Berakhir Ricuh

Pesisirmandar.com, Majene— Aliansi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menggelar aksi demonstrasi di halaman Rektorat, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Senin (30/9/24), dengan tuntutan transparansi anggaran kampus.

Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah ricuh ketika massa mencoba membakar ban bekas.

Saat aksi demonstrasi Mahasiswa STAIN Majene diwarnai kericuhan.

Menurut pantauan Pesisirmandar.com, petugas keamanan kampus segera bertindak untuk mencegah pembakaran tersebut, yang memicu ketegangan dan hampir berujung pada bentrokan fisik antara mahasiswa dan petugas keamanan.

Baca Juga  Forum OSIS Daerah Majene Resmi Dilantik Wakil Bupati Arismunandar

Muhammad Rizky Aidhil Adham, salah satu anggota aliansi yang juga Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan EBI, menegaskan bahwa kericuhan tersebut tidak direncanakan.

“Aliansi tidak pernah merencanakan adanya keributan. Kami justru menginginkan demonstrasi damai,” ujar Rizky saat ditemui oleh Pesisirmandar.com di lokasi.

Baca Juga  Tim PPK ORMAWA ARENOVA UNSULBAR Bekali Pelaku Usaha Nira Aren dengan Pencatatan Keuangan Sederhana

Ia menambahkan bahwa ketegangan mungkin dipicu oleh ketidakpuasan mahasiswa terhadap transparansi anggaran kampus yang sudah disuarakan sejak tahun 2023.

Para mahasiswa berharap Ketua STAIN Majene, selaku pemangku kebijakan utama, dapat menemui mereka pada aksi demonstrasi berikutnya.

Tuntutan yang disampaikan oleh aliansi mahasiswa STAIN Majene antara lain:

Baca Juga  Eks Ketua Ikatmati Desak DPTSP Hentikan Perizinan Pasar Ritel Modern di Tinambung

1. Transparansi anggaran kampus, termasuk dana organisasi kemahasiswaan, Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

2. Pemenuhan janji birokrasi terkait perbaikan fasilitas kampus.

3. Penyelesaian distribusi hak mahasiswa, seperti Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), sertifikat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), dan buku saku, yang hingga kini belum merata.

(Pesisirmandar/Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *