Pesisirmandar.com, Majene – Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Kadi, menyoroti kekosongan jabatan Presiden Mahasiswa (Presma) di kampus tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Kadi kepada awak media di salah satu warkop di Kabupaten Majene, Rabu (6/11/24).
Menurut Kadi, kekosongan jabatan Presma seharusnya tidak boleh dibiarkan begitu saja.
“Ini harus menjadi perhatian serius birokrasi kampus Unsulbar, sebab kekosongan jabatan Presma menunjukkan bahwa proses dinamika lembaga mahasiswa tidak berjalan,” ujarnya.
Kadi menegaskan pentingnya peran Presma sebagai garda terdepan dalam mengawal aspirasi mahasiswa dan memastikan agenda-agenda mahasiswa tetap berjalan.
“Secara struktur, Presma adalah pimpinan tertinggi di organisasi internal kampus. Masa iya BEM fakultas dan himpunan mahasiswa jurusan ada, tapi Presma tidak ada? Ini aneh dan kita menganggap hal tersebut biasa-biasa saja. Padahal, ini adalah bentuk kemunduran dan akan tercatat dalam sejarah bahwa Unsulbar pernah tidak memiliki Presma,” tegasnya.
Ia juga mengkritik birokrasi kampus yang dinilai diam dan membiarkan kekosongan jabatan tersebut. “Birokrasi kampus seharusnya menjadi inisiator untuk mengatasi kekosongan jabatan Presma ini,” lanjutnya.
Kadi mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan membangun aliansi dan merencanakan aksi demonstrasi di depan Rektorat Unsulbar sebagai bentuk keprihatinan atas situasi ini.
Hingga berita ini diturunkan, Pesisirmandar.com masih berupaya mendapatkan tanggapan dari pihak birokrasi kampus Universitas Sulawesi Barat.
