pesisirmandar.com,Polewali Mandar – Sejumlah nelayan di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, mengeluhkan pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) Tinambung yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.
Para nelayan mengaku kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk kebutuhan melaut. Mereka menilai distribusi BBM di SPBU tersebut lebih banyak dinikmati oleh pihak yang diduga melakukan aktivitas pelansiran.
“Sebagai nelayan, kami sangat sulit mendapatkan solar. Namun di sisi lain, BBM itu justru mudah ditemukan dan dijual kembali di luar dengan harga yang lebih tinggi,” ujar salah seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, nelayan merupakan kelompok yang seharusnya mendapat prioritas dalam memperoleh BBM bersubsidi karena digunakan untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Seharusnya nelayan yang diprioritaskan, bukan pelansir,” tegasnya.
Selain keluhan terkait sulitnya mendapatkan solar, sejumlah warga juga mencurigai adanya aktivitas yang diduga tidak sesuai ketentuan dalam penyaluran BBM di SPBU Tinambung.
Seorang warga mengaku pernah melihat kendaraan roda dua jenis Thunder melakukan pengisian BBM jenis Pertalite dengan nominal pembayaran Rp100 ribu. Namun, menurut pengakuannya, BBM yang masuk ke tangki kendaraan tersebut tidak sesuai dengan nominal yang dibayarkan.
“Saya beberapa kali melihat motor Thunder mengisi Pertalite. Pengendaranya memberikan uang Rp100 ribu, tetapi yang terlihat masuk ke tangki hanya sekitar Rp98 ribu,” katanya.
Atas berbagai keluhan dan dugaan tersebut, masyarakat meminta PT Pertamina Patra Niaga untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap operasional SPBU Tinambung guna memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Masyarakat juga mendesak Polres Polewali Mandar untuk menindaklanjuti laporan dan melakukan penyelidikan terhadap segala bentuk dugaan penyimpangan dalam distribusi BBM di SPBU tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU Tinambung maupun PT Pertamina Patra Niaga belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan dugaan yang disampaikan masyarakat.
Redaksi media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak guna memenuhi prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.
