Ambulans Rumah Singgah Pemkab Majene di Makassar Tak Beroperasi Sejak Januari 2026

pesisirmandar.com, Makassar – Rumah singgah yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene di BTN Wesabbe, Makassar, selama ini menjadi fasilitas penting bagi pasien rujukan dan keluarganya. Selain menyediakan tempat tinggal sementara secara gratis, rumah singgah juga dilengkapi kamar inap, kebutuhan makan, serta layanan ambulans untuk menunjang kebutuhan pasien selama menjalani pengobatan.

Keberadaan ambulans menjadi bagian vital dalam pelayanan rumah singgah. Kendaraan tersebut digunakan untuk mengantar pasien darurat ke rumah sakit maupun melayani antar-jemput pasien yang menjalani kontrol rawat jalan.

Baca Juga  Siswi SDN 16 Garogo Raih Juara Harapan di Lomba Menggambar Hari Santri STAIN Majene

Mengingat sebagian besar penghuni rumah singgah merupakan pasien yang membutuhkan penanganan medis berkelanjutan, ambulans dituntut selalu siap beroperasi guna menghindari keterlambatan penanganan yang berpotensi membahayakan keselamatan pasien.

Namun, ambulans rumah singgah milik Pemkab Majene dilaporkan tidak berfungsi sejak Januari 2026 hingga saat ini. Kondisi tersebut dinilai menghambat pelayanan bagi pasien rujukan asal Majene yang sedang menjalani pengobatan di Makassar.

Baca Juga  Dinkes Majene Kecewa, Mayoritas SPPG Absen dalam Sosialisasi Sertifikasi Higiene Sanitasi

“Kerusakan ambulans rumah singgah untuk warga Majene tentu menghambat operasional pengantaran pasien,” kata Nadia, salah seorang keluarga pasien rujukan asal Majene, Jumat (10/4/2026).

Keluhan serupa disampaikan keluarga pasien lainnya. Menurut mereka, ambulans merupakan komponen krusial dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien kurang mampu yang bergantung pada fasilitas transportasi dari rumah singgah menuju rumah sakit rujukan.

Baca Juga  Sosialisasi Pengelolaan Dana BOSP 2026 Digelar di SDN 3 Tinambung Pamboang

“Jika ambulans rumah singgah tidak berfungsi atau tidak beroperasi, dampaknya cukup signifikan. Pasien yang membutuhkan perawatan intensif atau rujukan, seperti penderita kanker, pasien cuci darah, dan lainnya, akan kesulitan menjalani kontrol rutin maupun memperoleh tindakan medis tepat waktu,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar ambulans dapat kembali beroperasi dan mendukung pelayanan kesehatan bagi pasien rujukan asal Majene di Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *