Pesisirmandar.com, Majene— Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene melakukan audiensi dengan Pejabat Sementara (PJs) Bupati Majene, Habibi Aziz, pada Jumat (1/11/2024). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi demonstrasi HMI pada 18 Oktober 2024.
Audiensi berlangsung di Rumah Jabatan Bupati, di mana HMI mengajukan tuntutan agar Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha segera dicopot dari jabatannya.
Ketua Umum HMI Komisariat STAIN Majene, Ahmad Syamsuddin, menyampaikan bahwa tuntutan pencopotan ini didasarkan pada penilaian kinerja Direktur Utama selama 100 hari kerja.
“Dalam masa 100 hari kerja, seharusnya Direktur Utama Perusda sudah memiliki rencana bisnis yang jelas, sesuai dengan amanat dalam Peraturan Daerah,” ujar lulusan Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Majene, Jum’at,(1/11/24).
Syamsuddin menegaskan bahwa Direktur Perusda dianggap gagal menjalankan amanah yang menjadi kewajibannya.
Ia berkomitmen untuk mengawal pengelolaan Perusda agar berdampak positif bagi masyarakat Majene dan meminta PJs Bupati untuk tegas dalam mengambil keputusan.
PJs Bupati Majene, Habibi Azis, menyambut baik kehadiran HMI dan menghargai kepedulian mereka.
“Kami tidak memiliki kepentingan lain selain memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Majene,” ungkapnya.
Habibi menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mendiskusikan tata kelola dan proses bisnis Perusda.
Ia meminta BPKP memberikan pendampingan untuk menyehatkan kembali Perusda dan berjanji akan melibatkan baik direktur lama maupun yang baru dalam menyelesaikan permasalahan.
“Berikan kami waktu 2 hingga 3 minggu untuk menyehatkan Perusda. Jika tidak ada perubahan, kami akan mengganti direkturnya. Untuk sementara, kami hentikan penggunaan anggaran Perusda, kecuali untuk keperluan mendesak,” tegas Habibi.
