pesisirmandar.com, Majene – Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) Kota Majene mendesak Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Sulawesi Barat untuk menuntaskan pengusutan dugaan praktik korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majene.
Desakan itu disampaikan salah satu aktivis KAMRI, Ayyub Auliyah, melalui Via WhatsApp pada Jumat,(4/4/25).
Ia menilai, sinyal adanya dugaan praktik korupsi semakin kuat setelah Kejati Sulbar memanggil sejumlah pejabat penting Pemkab Majene untuk dimintai klarifikasi.
“Mulai dari dugaan penyalahgunaan APBD hingga dana Perumda Aneka Usaha yang kabarnya raib sampai milyaran,” kata Ayyub.
Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu, demi memastikan uang rakyat tidak hilang begitu saja.
“Ini soal kepercayaan publik. Kalau aparat penegak hukum lamban, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan,” ujarnya.
KAMRI menyatakan siap mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Mereka juga berencana membangun solidaritas dengan mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Majene untuk mengawasi penanganan kasus ini.
“Kami mendesak Kejati Sulbar segera menetapkan tersangka. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terkait penanganan hukum di Kejati,” kata Ayyub.
Hingga berita ini diterbitkan pesisirmandar.com, masih mencoba mengkonfirmasi pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat terkait desakan KAMRI.
Ikuti Berita Terbaru
Dapatkan berita terbaru dan terpercaya di ponsel Anda dengan mengakses saluran pesisirmandar.com melalui WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vavk6qe8qJ01a0SjC33e
