Menteri Agama Lantik Wasilah Sahabuddin sebagai Ketua STAIN Majene Periode 2025-2029

Gambar : Kemenag.go.id, Menag Lantik Pimpinan Rektor IAIN Kerinci dan Ketua STAIN Majene serta Kukuhkan Pejabat Tinggi Pratama Kemenag di Jakarta, Selasa (04/02/2025)

pesisirmandar.com, Jakarta – Menteri Agama Republik Indonesia, Nazaruddin Umar, kembali melantik Wasilah Sahabuddin sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene untuk periode 2025-2029. Prosesi pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Benteng Barat, Jakarta, pada Selasa (4/2/2025).

Dalam wawancara melalui sambungan telepon, Wasilah Sahabuddin membenarkan bahwa dirinya telah mengikuti prosesi pelantikan tersebut.

“Alhamdulillah, saya kembali diberikan amanah untuk menakhodai STAIN Majene. Ini merupakan tanggung jawab kedua saya dalam memimpin kampus ini,” ujar Wasilah saat diwawancarai pada Selasa,(4/2/25).

Wasilah juga mengungkapkan harapannya agar di periode kedua ini, STAIN Majene dapat segera beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Baca Juga  Polri Dinilai Sebagai Institusi Paling Responsif Tindaklanjuti Aduan Masyarakat, Ini Buktinya

“Dengan semangat dan dukungan dari seluruh civitas akademika STAIN Majene serta peran Kementerian Agama, kami optimistis dapat mewujudkan STAIN Majene menjadi lembaga pendidikan yang semakin unggul dan berkembang,” tambahnya.

Sebelumnya, Dilansir dari laman kemenag.go.id, Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Jafar Ahmad sebagai rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci dan Wasilah sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene.

Selain melantik Rektor IAIN Kerinci dan Ketua STAIN Majene, Menag mengukuhkan;

  1. Rohmat Mulyana Sapdi sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama.
  2. Mastuki sebagai Kepala Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, dan
  3. Syafi’i sebagai Kepala Pengembangan Kompetensi, Manajemen Kepemimpinan dan Moderasi Beragama, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama
Baca Juga  Presiden Joko Widodo Mulai Berkantor di Istana Garuda

Menag dalam amanatnya menegaskan pentingnya tanggung jawab untuk menjadi seorang pemimpin. Menurutnya, dalam era post truth seperti ini, sangatlah tidak mudah karena kebenaran itu tidak cukup hanya berdasar kepada teks, tapi harus juga terkonfirmasi terhadap konteks di mana kita berada.

“Seringkali kita dianggap gagal sekalipun benar di atas landasan teks yang benar hanya karena kita tidak membaca konteks di mana kita berada atau sebaliknya,” ujar Menag.

Baca Juga  Ketua STAIN Majene Temui Gubernur Sulbar, Bahas Kolaborasi dan Peningkatan Sarana Kampus

“Yang paling indah adalah ketika kita mampu mengawinkan konteks dan teks di dalam mengambil sebuah kebijakan, maka akan diterima semua pihak dan inilah tantangan untuk kita semuanya,” sambungnya.

Saat ini, kata Menag, bukan lagi zamannya mengukuhkan superman, tapi sekarang eranya adalah sudah harus hijrah dari superman atau super woman kepada super team.

Ikuti Berita Terbaru

Dapatkan berita terbaru dan terpercaya di ponsel Anda dengan mengakses saluran pesisirmandar.com melalui WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vavk6qe8qJ01a0SjC33e

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *