pesisirmandar.com,Majene — Putra Sulawesi Barat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Panji Bayu Widodo, mengapresiasi alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027 untuk sektor pendidikan yang diumumkan pemerintah pusat.
Pengumuman alokasi anggaran pendidikan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Jumat (14/8/2026). Salah satu program yang mendapat perhatian Panji adalah anggaran renovasi sekolah dan madrasah yang mencapai Rp18,2 triliun.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata tanggung jawab Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional, khususnya melalui perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.
“Alokasi anggaran renovasi sekolah dan madrasah sebesar Rp18,2 triliun merupakan langkah yang sangat positif. Kami berharap Sulawesi Barat juga mendapat perhatian, terutama sekolah dan madrasah di wilayah pedalaman yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur,” kata Panji kepada Pesisirmandar.com melalui pesan WhatsApp. Minggu,(16/8/2026).
Ia menilai kebutuhan renovasi fasilitas pendidikan di Sulawesi Barat masih cukup besar. Dengan jumlah sekolah dan madrasah yang mencapai 2.079 unit di enam kabupaten, masih terdapat banyak bangunan yang membutuhkan perbaikan guna mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
“Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Harapan kami, alokasi anggaran renovasi sekolah dan madrasah tahun 2027 ini juga dapat menjangkau Sulawesi Barat, khususnya daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian,” ujarnya.
Selain anggaran renovasi sekolah dan madrasah, Panji juga mengapresiasi besarnya porsi anggaran pendidikan dalam APBN 2027 yang disebut mencapai Rp820,9 triliun atau sekitar 29,24 persen dari total belanja negara.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan komitmen pemerintah yang melampaui amanat konstitusi yang mewajibkan alokasi minimal 20 persen untuk sektor pendidikan.
“Pak Presiden Prabowo Subianto tidak hanya memenuhi amanat konstitusi sebesar 20 persen, tetapi mengalokasikan hingga 29,24 persen. Ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun peradaban bangsa melalui peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.
Panji menambahkan, dukungan terhadap sektor pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan dan renovasi sekolah, tetapi juga melalui berbagai program strategis lainnya seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, tunjangan profesi guru, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, serta percepatan pembangunan sarana pendidikan.
Lebih lanjut, ia mengajak pemerintah daerah di Sulawesi Barat untuk merespons kebijakan tersebut secara proaktif agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal.
“Kami berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan pemerintah kabupaten se-Sulawesi Barat dapat menyambut program ini dengan baik, sehingga berbagai manfaat yang telah disiapkan pemerintah pusat benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan dunia pendidikan di daerah,” tutupnya.
