Opini  

Peran Kader HMI Dalam perkembangan Dunia Jurnalistik

Oleh : Ahmad Syamsuddin

PesisirMandar.com– Era informasi digital saat ini menunjukkan bahwa jurnalistik dan teknologi selalu tumbuh dan berkembang, hal ini ditandai dengan hadirnya media-media massa sebagai sarana dalam proses penyebaran informasi.

Disadari atau tidak di era digital kebebasan menyebarkan informasi benar-benar dijamin dan senantiasa diperjuangkan untuk diwujudkan.

Sehingga informasi yang tersebar secara massif harus memiliki nilai dan kekuatan. Olehnya itu dalam proses peliputan hingga penyajian berita kepada publik, harus mengikuti aturan dan prinsip-prinsip jurnalistik karna akan berdampak kepada semua pihak yang membaca.

Kegiatan jurnalistik sebagai pendukung perkembangan teknologi dan informasi tentu tidak terlepas dari partisipasi berbagai pihak sebagai penyeimbang dalam proses penyebaran informasi. Mahasiswa sebagai pelaku intelektual berkewajiban untuk mengarahkan lingkungan sekitarnya agar lebih cerdas dalam memilih dan menerima informasi dari berbagai gempuran media.

Mahasiswa yang memiliki fungsi sebagai Agent of Change, Iron Stock dan Control social harus mampu mengemban fungsinya sebaik-baik mungkin demi terwujudnya generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Himpunan Mahasiswa Islam yang didirikan pada tanggal 5 February 1947 M. di usia yang genap 77 tahun menandakan kematangan secara proses kaderisasi yang tidak diragukan lagi, hal itu ditandai dengan banyaknya kader maupun alumni yang mengisi berbagai ruang untuk mengembangkan potensinya termasuk dalam bidang jurnalistik.

Baca Juga  "Mamuju Keren", Gimmick Receh Sang Pemimpin Milenial

Kehadiran HMI sebagai organisasi kemahasiswaan akan berusaha mendorong dan memberikan peluang yang besar dalam perkembangan bidang jurnalistik. Dimana kecanggihan informasi dapat dijadikan sebagai kekuatan bagi kepentingan organisasi dan kader. Kemampuan para kader mengakses dan mengolah informasi bisa menjadi investasi untuk menghasilkan lembaga yang berkualitas.

Kehadiran HMI sebagai organisasi Islam di tengah-tengah perguruan tinggi dan dunia kemahasiswaan menuntut kader-kadernya untuk membuat arah baru sebagai instrumen perjuangan organisasi Islam ditengah masyarakat. Kader HMI harus mampu menjamin kontinuitas (keberlanjutan) pergerakan mahasiswa dan mampu membantu masyarakat dalam menghadapi dampak buruk dari dinamika perubahan sosial.

Perkembangan zaman saat ini menuntut kader HMI untuk lebih kuat lagi melakukan perjuangan untuk menjalankan fungsi dan peranannya sebagai kader umat dan kader bangsa agar tujuan yang dicita-citakan mampu mengikuti perkembangan secara dinamis terlebih dalam konteks teknologi dan informasi.

Baca Juga  ‎Intrafamilial Sexual Abuse: Bukti Kegagalan Kota Majene Membangun Sistem Perlindungan Anak‎‎

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi menuntut kader HMI untuk lebih keras lagi menjalankan fungsi dan peranan yang di embannya, dimana kader harus lebih peka terhadap banyaknya pemberitaan media yang melanggar independensi dalam penyampaian sebuah berita yang memanipulasi sebuah kebenaran.

Karena secara jelas, bahwa kegiatan jurnalistik harus memperhatikan prinsip-prinsip penulisan sebuah informasi.
Bill Covach dan Tom Rosentiel seorang tokoh jurnalis mengemukakan prinsip jurnalistik beberapa diantaranya yaitu Pertama, isi berita harus berpihak kepada kebenaran dan berdasarkan fakta namun realitas dalam dunia jurnalistik seolah kebenaran rumit untuk dikejar bahkan unsur kebenaran tidak ada, hal ini biasanya terjadi karena kepentingan tertentu sehingga media melakukan distorsi informasi dengan menambah atau mengurangi informasi baik yang menyangkut pendapat maupun ilustrasi faktual yang tidak sesuai dengan sumber aslinya sehingga makna berubah.

Kedua, berita yang disajikan harus berpihak kepada masyarakat bukan kepada pemilik media dan bukan pula pada penguasa sebagai bentuk independensi jurnalistik. Maka harus dipahami bahwa loyalitas berita harus lebih mengutamakan kepentingan masyarakat tanpa ditunggangi oleh kepentingan yang lain. Lebih lanjut media harus bertindak sebagai penyambung lidah rakyat dan sebagai pemantau independensi kekuasaan untuk menjaga hak-hak warga apakah sudah dipenuhi atau tidak.

Baca Juga  ‎Kasus DBD di Sulbar Capai 718, Dinkes Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Ketiga, bahwa dalam penulisan berita harus secara komprehensif dan proporsional artinya media tidak perlu menghadirkan berita yang dangkal dan tidak berimbang demi menghindari propaganda yang mengarang fakta demi kepentingan tertentu.

Dari pendapat di atas maka diharapkan kader HMI harus mampu menjadi penyeimbang dalam penyampaian kebenaran yang ada. HMI sebagai organisasi yang independen menuntut kadernya untuk menjaga independensi yang pada dasarnya berpihak kepada kebenaran.

Dalam bidang jurnalistik, kader HMI harus memiliki kemampuan untuk melihat mana yang benar dan mana pencitraan agar mampu menyatu dengan elemen masyarakat terhadap pemberitaan media. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh tokoh Jurnalis di atas. Dengan ini penulis berharap kader-kader HMI dapat menjadi salah satu instrumen utama dalam perkembangan dunia Jurnalistik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *