PJ Gubernur Sulbar Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Majene Jelang Ramadhan

pesisirmandar.com, Majene – Menjelang bulan suci Ramadan, Penjabat (PJ) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Baharuddin, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Sentral Majene pada Selasa (11/2/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau harga bahan pokok dan memastikan kestabilan harga di pasar.

Dalam kunjungannya, PJ Gubernur Sulbar didampingi oleh sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sulbar serta OPD Pemerintah Kabupaten Majene.

Usai meninjau pasar, Bahtiar mengungkapkan bahwa harga cabai rawit masih cukup tinggi dibandingkan bahan pokok lainnya.

Baca Juga  ‎Kapolres Majene Tinjau Langsung Ribuan Calon PPPK Urus SKCK

“Harga cabai rawit saat ini berkisar antara Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Oleh karena itu, saya pikir kita perlu mendorong lebih banyak penanaman cabai,” ujarnya.

Bahtiar juga membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Toraja dan Toraja Utara, di mana cabai Katokkon berkembang dengan baik. Selain itu, di Kabupaten Enrekang, khususnya di daerah Salo Dua, budidaya cabai telah menjadi pusat pengembangan dengan tanaman yang bisa bertahan hingga empat tahun.

Baca Juga  Transaksi Livin By Mandiri Tembus Rp1.883 Triliun Hingga Juni 2024

“Jika dirawat dengan baik, pohon cabai ini bisa mencapai tinggi satu meter. Kemarin saya melihat sendiri betapa suburnya tanaman cabai di sana. Cabai ini juga khas Sulawesi dan memiliki potensi ekonomi yang besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bahtiar menyatakan bahwa pemerintah provinsi dan kabupaten berencana mengembangkan cabai Salo Dua, yang memiliki keunggulan karena berwarna-warni—ungu, jingga—dan lebih tahan lama sehingga tidak cepat busuk.

“Potensi kita sangat besar, dan ini bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat. Budidaya cabai bukan hanya solusi untuk mengatasi inflasi, tetapi juga dapat menjadi sumber kehidupan alternatif. Dalam tiga bulan saja, sudah bisa menghasilkan pendapatan. Di Enrekang, cabai bahkan telah menjadi mata pencaharian utama, sementara kita masih memiliki banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan,” pungkasnya.

Baca Juga  Eks Ketua Ikatmati Desak DPTSP Hentikan Perizinan Pasar Ritel Modern di Tinambung

Ikuti Berita Terbaru

Dapatkan berita terbaru dan terpercaya di ponsel Anda dengan mengakses saluran pesisirmandar.com melalui WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vavk6qe8qJ01a0SjC33e

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *