Majene  

TPA Moloku Tak Beroperasi, Program 100 Hari Kerja “Majene Mapaccing” Terancam Gagal

pesisirmandar.com, Majene — Tumpukan sampah berserakan di sejumlah titik di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, selama tiga hari terakhir. Kondisi paling parah terlihat di area pasar dan sepanjang Jalan Trans Sulawesi. Hal ini disebabkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Moloku Kecamatan Banggae tidak lagi beroperasi karena sudah penuh.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat dan dikhawatirkan menghambat program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Majene, Andi Syukri Tammalele dan Andi Rita Basahru, yang mengusung slogan “Majene Mapaccing” atau Majene Bersih.

Baca Juga  Dugaan Pelanggaran Netralitas PJ Desa Betteng, Bawaslu Majene Belum Terima Laporan

Pantauan pesisirmandar.com, Jumat (2/5/2025), sejumlah truk pengangkut sampah terpaksa berhenti beroperasi karena tidak ada tempat pembuangan akhir. Akibatnya, pengangkutan sampah dari kota ke TPA dihentikan sementara.

“Masalah ini seharusnya menjadi prioritas, apalagi kebersihan adalah bagian dari program unggulan 100 hari kerja bupati dan wakil bupati,” kata Sudarman, warga Majene.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Majene, Inindria, mengatakan pengelolaan sampah terganggu karena dua alat berat milik dinas mengalami kerusakan parah.

“Sudah tiga hari sampah tidak diangkut karena TPA Moloku tak bisa digunakan. Kedua alat berat kami rusak berat, sehingga tidak bisa mengelola sampah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Keberhasilan, Inindria saat diwawancarai diruang Kerjanya pada Jum’at,(2/5/25).

Inindria menjelaskan, jika sampah tetap diangkut, dikhawatirkan justru akan menumpuk dan mengganggu lalu lintas di sekitar jalur menuju TPA.

Baca Juga  Direktur Umum dan Keuangan Perumda Aneka Usaha Majene Dipecat, Ada apa?

Ia mengaku pihaknya telah mengajukan permohonan pengadaan alat berat baru sejak sebelum kerusakan terjadi, namun hingga kini belum ada anggaran tersedia.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan UPTD PU Pemprov Sulbar dan pihak balai, tapi belum ada alat berat yang bisa dipinjamkan,” ucapnya.

Sebagai solusi sementara, kata dia, pemerintah daerah berinisiatif menyewa alat berat dari pihak swasta.

“Tadi malam kami bersama Pak Sekda berkoordinasi dengan pemilik excavator. Insyaallah hari ini alatnya mulai bekerja,” pungkasnya

Pemerintah berharap dengan adanya alat berat yang bekerja hari ini, pengelolaan sampah di TPA Moloku dapat dilanjutkan, dan pengangkutan sampah dari masyarakat kembali berjalan lancar.

Baca Juga  ‎Tak Kunjung Tahan Tersangka Kasus Kapal, KAMRI Desak Kajari Majene Dicopot

Ikuti Berita Terbaru

Dapatkan berita terbaru dan terpercaya di ponsel Anda dengan mengakses saluran pesisirmandar.com melalui WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vavk6qe8qJ01a0SjC33e

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *