Kontroversi Nota Dinas Mengguncang Pendidikan di Mamasa: SDN 002 Aralle Terpaksa Ditutup

Pesisirmandar.com, Mamasa — Pemerintah Kabupaten Mamasa, melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), mengeluarkan nota dinas dan nota tugas yang dianggap berdampak negatif terhadap aktivitas pendidikan di tingkat dasar.

Syahban, seorang pemuda Mamasa, menanggapi bahwa nota dinas dan nota tugas yang beredar mengakibatkan Kepala Sekolah SDN 002 Aralle memiliki lebih dari satu SK definitif. Ia menyebut tindakan ini mencerminkan politisasi dalam dunia pendidikan, padahal Dinas Pendidikan seharusnya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Mamasa.

“Nota dinas dan nota tugas yang beredar ini sangat merugikan pendidikan. Kami berharap Dinas Pendidikan lebih bertanggung jawab,” ujar Syahban saat diwawancarai, Jum’at,(25/10/24).

Baca Juga  Mahasiswa Soroti Dugaan Praktik Pembayaran Untuk Perbaikan Nilai di STIKES Bina Bangsa Majene

Ia juga menegaskan bahwa jika masalah ini tidak segera diselesaikan dan pembelajaran di SDN 002 Aralle tidak dilanjutkan, mereka akan meminta kepada Penjabat Bupati untuk memberhentikan dan menggantikan Kepala Dinas yang dianggap tidak bertanggung jawab.

“Jika ini terus dibiarkan, kami akan meminta tindakan tegas kepada pihak berwenang,” tambahnya.

Kontroversi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, dan diharapkan pihak berwenang segera mengambil langkah untuk menyelesaikannya demi kelangsungan pendidikan yang berkualitas.

Baca Juga  Ketua STAIN Majene Ingatkan Harmoni Pilkada, Netralitas ASN, dan Tantangan Keberagaman

Sebelumnya, dilansir dari Media Online Pikiran Rakyat Sulbar, SDN 002 Aralle, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, ditutup sementara akibat kebijakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Rusli, yang mengeluarkan dua Nota Tugas untuk dua Plt. Kepala Sekolah, meskipun di sekolah tersebut terdapat Kepala Sekolah dengan SK definitif.

Dengan dikeluarkannya nota tersebut, jumlah Kepala Sekolah di SDN 002 Aralle menjadi tiga orang. Untuk menghindari konflik antara para Kepala Sekolah yang ditugaskan di sekolah yang sama, sekolah terpaksa ditutup sementara. Salah satu Kepala Sekolah, Irmawarna, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil oleh Koordinator Wilayah (Korwil) untuk mencegah kemungkinan masalah ketika ketiga Kepala Sekolah bertemu di sekolah.

Baca Juga  Warga Majene Desak Kapolda Sulbar Copot Kapolres, Kasus Kredit Fiktif BRI Mandek Empat Bulan

“Iya benar, sekolah diliburkan sementara. Tadi malam saya baru tiba dari Mamasa dan ditelpon oleh guru saya, bahwa untuk sementara anak sekolah diliburkan. Koorwil tidak ingin ketiga Kepala Sekolah bertemu di sekolah, jadi untuk mencari amannya, diliburkan dulu,” ujar Irmawarna saat dikonfirmasi via telepon, Jumat, 25 Oktober 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *