pesisirmandar.com, Majene — Dugaan raibnya dana desa di salah satu desa di Kabupaten Majene mendapat sorotan dari kalangan aktivis mahasiswa. Mereka mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene untuk memeriksa seluruh Pejabat Kepala (PJ) Desa.
Seorang aktivis mahasiswa menilai kasus serupa berpotensi terjadi di sejumlah desa lain. Ia menekankan, Kejari Majene harus turun tangan memastikan tidak ada praktik yang merugikan keuangan negara.
“Ini menyangkut pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Kalau ada tindakan penyalahgunaan anggaran, pasti berdampak pada terhambatnya pembangunan,” ujar Masdar kepada pesisirmandar.com saat diwawancarai pada Sabtu,(6/9/2025).
Aktivis itu juga mengingatkan Kejari agar tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Menurutnya, sejumlah PJ Desa diduga tersangkut persoalan mulai dari pekerjaan fiktif hingga penyalahgunaan anggaran lainnya.
“Kami ingin melihat pejabat desa bersih, sehingga pembangunan betul-betul bisa dirasakan dan dinikmati masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Negeri Majene belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan tersebut.
Dapatkan berita terbaru dan terpercaya di ponsel Anda dengan mengakses saluran pesisirmandar.com melalui WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vavk6qe8qJ01a0SjC33e
