Mahasiswa STAIN Majene Terpaksa Jual Motor untuk Biaya Kuliah, Pemprov Sulbar Buka Peluang Beasiswa

pesisirmandar.com, Majene — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merespons kabar seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene yang menjual motornya demi membayar biaya kuliah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Mithhar, menanggapi hal tersebut saat diwawancarai usai mendampingi Pj Gubernur dalam kunjungan kerja di Kabupaten Majene, Selasa (11/2/2025).

“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah, sehingga informasi ini akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Mithhar menjelaskan bahwa Pemprov Sulbar telah memiliki program beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan finansial.

“Kami di Pemprov sudah punya program beasiswa. Seharusnya, jika ada mahasiswa yang tidak mampu, mereka bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan beasiswa,” katanya.

Baca Juga  Diduga Pelaku Curanmor di RSUD Hj. Andi Depu Kembali Beraksi, Motor Guru SD 060 Pekkabata Raib

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak dapat mengetahui seluruh kondisi mahasiswa secara langsung. Oleh karena itu, mahasiswa yang membutuhkan bantuan, terutama yang berprestasi, diharapkan segera mengajukan permohonan beasiswa.

“Jika ada mahasiswa dalam kondisi seperti ini, silakan ajukan permohonan beasiswa agar bisa kami tindak lanjuti,” tutupnya.

Sebelumnya, Dilansir dari laman limasidik.com Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, semester 4, Iming, terpaksa menjual motornya seharga Rp3 juta untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ini. Keputusan tersebut diambil karena tidak ada lagi sumber dana lain yang bisa diandalkan.

Baca Juga  Musyawarah Besar BEM FKIP Unsulbar ke-V Sukses Digelar, Fathul Mubin Terpilih Sebagai Ketua

Menurut Iming, kesulitan finansial bukanlah hal baru baginya. Sejak semester 2, ia sudah mengalami kendala dalam membayar biaya kuliah. Namun, saat itu, teman-teman sekelasnya turut membantu, sehingga ia masih bisa melanjutkan pendidikan.

“Saat itu, saya sempat mau berhenti kuliah karena benar-benar tidak memiliki uang untuk membayar biaya kuliah. Tapi, teman-teman saya sangat baik dan membantu saya untuk membayar biaya kuliah,” ujar Iming.

Pada semester 3, Iming kembali kesulitan membayar biaya kuliah hingga terpaksa mengajukan pinjaman ke bank. Hingga kini, ia belum mampu melunasi utang tersebut.

Baca Juga  PIK-R Marasana dan Magdalene Gelar Workshop Kesetaraan Gender: Membangun Masa Depan Setara di Semua Aspek Kehidupan

Karena keterbatasan ekonomi yang semakin mendesak, ia akhirnya menjual motornya untuk membayar UKT semester ini. Ia berharap pihak kampus dapat memberikan keringanan atau bantuan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial seperti dirinya.

“Saya berharap bahwa kampus dapat memahami kesulitan saya dan memberikan keringanan atau bantuan, sehingga saya dapat melanjutkan studi,” tutupnya.

Ikuti Berita Terbaru

Dapatkan berita terbaru dan terpercaya di ponsel Anda dengan mengakses saluran pesisirmandar.com melalui WhatsApp : https://whatsapp.com/channel/0029Vavk6qe8qJ01a0SjC33e

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *