pesisirmandar.com, Majene – Salah seorang pemuda Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda, Adrian Husnul, mendesak Bupati Majene untuk mencopot Pejabat (PJ) Kepala Desa Sulai. Ia juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) menyelidiki dugaan penyalahgunaan Dana Desa hingga penyalahgunaan Wewenang.
Hal tersebut disampaikan Adrian Husnul saat diwawancarai pada Sabtu (11/1/2025).
Menurutnya, langkah tegas dari Bupati Majene diperlukan untuk memastikan pemerintahan Desa Sulai berjalan dengan baik dan transparan.
“Ada beberapa masalah internal dalam pemerintahan Desa Sulai, salah satunya adalah kurang transparannya penggunaan anggaran Dana Desa. Karena itu, kami meminta APH untuk turun tangan memeriksa dugaan penyalahgunaan tersebut,” ujar Adrian.
Adrian juga menyoroti konflik kepentingan dalam struktur pemerintahan desa. Ia mengungkapkan bahwa Bendahara Desa saat ini adalah istri dari PJ Kepala Desa. Menurutnya, hal tersebut tidak etis dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan wewenang hingga mengakibatkan korupsi.
“Selain itu, mobil operasional desa diduga dijadikan kendaraan pribadi. Stiker desa yang sebelumnya terpasang pada mobil tersebut telah dilepas oleh PJ Kepala Desa, padahal kendaraan itu bukan milik pribadinya,” tambah Adrian.
Ia berharap Bupati Majene segera mengambil tindakan tegas dengan mencopot PJ Kepala Desa Sulai. Adrian juga mendesak APH untuk memeriksa dugaan penyalahgunaan wewenang dan potensi korupsi di desa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pesisirmandar.com masih berupaya menghubungi Bupati Majene untuk mendapatkan tanggapan atas desakan yang disampaikan oleh pemuda Desa Sulai.
