Majene  

Unsulbar Gelar Pelatihan Pemberdayaan Kelompok Usaha Pupu’ Ikan Tuna di Majene

MAJENE — Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat menggelar Pelatihan Pemberdayaan Kelompok Usaha Produk Olahan Tradisional Pupu’ Ikan Tuna di Lingkungan Parappe, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA tersebut diikuti oleh 20 anggota Kelompok Pengolahan Pupu’ Ikan Tuna “Siamasei” serta dihadiri dosen dan tenaga kependidikan Unsulbar.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026.

Tim pengabdi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing kelompok usaha pengolahan hasil perikanan, khususnya produk pupu’ ikan tuna. Program ini difokuskan pada peningkatan keterampilan produksi yang higienis dan berkualitas, penguatan nilai tambah produk melalui pengemasan dan pelabelan yang lebih baik, serta peningkatan kemampuan pemasaran dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.

Baca Juga  Fapertahut Unsulbar Gelar Expo Agroforestri, 9 Stand Prodi dan Mitra Ramaikan Hari Kedua PKKMB

Melalui pelatihan tersebut, produk pupu’ ikan tuna tradisional diharapkan mampu memenuhi standar keamanan pangan, memiliki legalitas usaha yang jelas, didukung kemasan yang lebih menarik, serta dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Dr. Muhammad Nur, S.Pi., M.Si. yang membahas tata cara produksi pupu’ ikan tuna sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Operasional Sanitasi (SSOP).

Dalam pemaparannya, Muhammad Nur menekankan pentingnya penerapan prosedur produksi yang baik, menjaga kebersihan bahan baku dan peralatan, memastikan sanitasi lingkungan produksi, serta melakukan penanganan produk secara tepat agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.

Selanjutnya, Muhammad Nur Ihsan, S.Pi., M.Si. menyampaikan materi mengenai legalitas usaha, pengemasan, dan pelabelan produk olahan ikan tuna. Ia menjelaskan pentingnya pemenuhan dokumen legalitas sebagai fondasi pengembangan usaha, sekaligus strategi menciptakan kemasan dan label produk yang menarik serta sesuai standar untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Baca Juga  Warga Majene Desak Kapolda Sulbar Copot Kapolres, Kasus Kredit Fiktif BRI Mandek Empat Bulan

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok. Para peserta aktif menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari proses produksi, pengemasan hingga pemasaran produk. Bersama tim pengabdi, peserta mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan sejumlah langkah perbaikan yang dapat diterapkan sesuai kondisi usaha masing-masing.

Pada sesi terakhir, Sri Utami Permata, S.E., M.M. memaparkan materi tentang pemasaran digital dan pembangunan merek (branding) produk pupu’ ikan tuna. Peserta diperkenalkan pada berbagai strategi pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pasar, membangun identitas merek yang kuat, serta meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen.

Baca Juga  Mendiktisaintek Isyaratkan Pemda Bantu Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran Unsulbar

Melalui materi tersebut, pupu’ ikan tuna didorong untuk berkembang tidak hanya sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi bersaing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua Kelompok Pengolahan Pupu’ Ikan Tuna “Siamasei”, Basri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Sulawesi Barat atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tim pengabdi Unsulbar yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok kami. Kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan baru, terutama terkait cara produksi yang baik, legalitas usaha, pengemasan, hingga pemasaran digital. Kami berharap pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga usaha pupu’ ikan tuna yang kami jalankan semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok,” ujar Basri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *