Pesisirmandar.com, Majene — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) menggelar deklarasi pembentukan komite Kota dan aksi Demonstrasi di Bundaran Pertokoan Kabupaten Majene. Senin,(28/10/24).
Aksi ini menuntut sejumlah hal, antara lain penjelasan mengenai bantuan stimulan gempa tahap kedua, evaluasi kinerja Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga, serta desakan kepada Bawaslu untuk menegakkan netralitas ASN, BUMD, dan kepala desa di Kabupaten Majene.
Selama aksi, massa melakukan pembakaran ban bekas dan menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi mereka.Ketua KAMRI Kota Majene, Rahman, menegaskan dua isu utama yang diangkat: isu nasional dan isu daerah.
“Kami ingin menegaskan bahwa rakyat Majene bukan tumbal bagi proyek Ibu Kota Negara (IKN); kami bukan tawanan tambang,” ujarnya.
Deklarasi ini juga digunakan untuk mendesak Bawaslu menindaklanjuti dugaan pelanggaran netralitas.
Rahman menambahkan bahwa evaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga perlu dilakukan karena diduga tidak netral.
KAMRI juga menyoroti layanan Dinas Kesehatan yang dianggap kurang optimal di beberapa puskesmas, serta menekankan pentingnya kejelasan mengenai bantuan gempa tahap kedua, yang hingga kini belum ada informasi tentang penyalurannya.
“Kami berharap pemerintah segera memberikan informasi yang jelas mengenai bantuan ini,” tegas Rahman.
Dari pantauan wartawan Pesisirmandar.com, massa aksi membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya.
