pesisirmandar.com, Majene— Irwansyah Hasan (27), korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok orang di Banua Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, mengaku kecewa terhadap penanganan pihak kepolisian yang dinilainya tidak maksimal.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026. Irwansyah mengalami luka di bagian belakang kepala hingga berdarah akibat insiden tersebut.
Menurut keterangan Irwansyah, saat kejadian ia bermaksud mendamaikan pihak yang sedang berselisih. Ia bahkan sempat menyuruh rekannya untuk pulang sebelum situasi memanas. Namun, tak lama kemudian, ia diduga langsung dikeroyok oleh sekitar sepuluh orang.
“Setelah kejadian, saya langsung melapor ke Polsek Sendana,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa, 29 April 2026.
Karena menilai penanganan di tingkat polsek tidak berjalan maksimal, Irwansyah kemudian melanjutkan laporannya ke Polres Majene.
Ia berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti kasus tersebut dan memberikan keadilan.
“Jangan sampai masalah ini melebar karena pelaku dibiarkan bebas tanpa ada kejelasan hukum,” katanya.
Irwansyah juga menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil.
“Saya percaya negara ini adalah negara hukum. Kalau tidak ditindaklanjuti, berarti hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan pesisirmandar.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak Polres Majene.
Berita klarifikasi akan dimuat kembali ketika sudah mendapatkan jawaban dari pihak terkait.
