KAMRI Siap Gelar Aksi Demonstrasi Jilid 3, Kawal Dugaan Korupsi Dana Desa Paminggalan

KAMRI Kota Majene Aksi jilid Ketiga
Ketua KAMRI Kota Majene (Foto : Istimewa)

Pesisirmandar.com, MajeneKomite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) Kota Majene menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus dugaan korupsi dana Desa Paminggalan tahun anggaran 2023. Rencananya, KAMRI akan menggelar aksi demonstrasi Jilid 3 pada awal tahun 2025 mendatang.

Ketua KAMRI Kota Majene, Rahman, menyampaikan hal ini dalam wawancara via WhatsApp, Selasa (10/12/2024).

Ia menegaskan, pengawalan terhadap kasus tersebut merupakan langkah konkret untuk mendukung pemberantasan korupsi, baik di Indonesia secara umum maupun di Majene secara khususnya.

“Kami ingin memastikan uang negara benar-benar dinikmati oleh masyarakat, bukan pejabat yang sudah mendapatkan gaji. Komitmen ini juga merupakan cara kami menjaga kepercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa,” ujar Rahman.

Baca Juga  Aktivis HMI Desak DPRD Evaluasi Dinas-Dinas dan Tolak LPJ Pj Bupati Polman

Ia juga mengingatkan janji Inspektorat yang menyatakan akan menyerahkan hasil audit dugaan korupsi dana Desa Paminggalan kepada kejaksaan pada akhir tahun 2024.

“Jika janji itu tidak ditepati, maka awal tahun 2025 kami akan kembali turun ke jalan sebagai bentuk mosi tidak percaya,” tegasnya.

Mantan Ketua HMJ Syariah STAIN Majene itu berharap hasil audit dapat diserahkan tepat waktu agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dan lembaga pengawas tetap terjaga.

Dari informasi yang dihimpun pesisirmandar.com, KAMRI sebelumnya telah menggelar dua aksi demonstrasi terkait kasus ini dan berjanji akan terus mengawal hingga ada kejelasan hukum.

Baca Juga  Dinilai Lamban, KAMRI Desak Kejagung Atensi Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal di Majene

Inspektorat Majene Janji Selesaikan Kasus Proyek Fiktif di Desa Paminggalan Akhir Tahun Ini

Sebelumnya, Diberitakan TRIBUN-SULBAR.COM, Inspektorat Kabupaten Majene, masih dalam proses pemeriksaan kasus dugaan proyek fiktif di Desa Paminggalan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar.

Hal tersebut disampaikan oleh Inspektur Inspektorat Majene Andi Amran. Ia mengatakan, sampai saat ini timnya masih dalam proses pemeriksaan berjalan terkait kasus yang menjerat Kades Paminggalan tersebut.

Menurutnya sampai saat ini timnya masih bolak-balik ke Desa Paminggalan untuk melakukan pemeriksaan terkait proyek fiktif.

“Ya jadi team kami masih dalam proses pemeriksaan, mereka bolak balik ke Desa yang jaraknya lumayan jauh untuk tinjau lokasi, dan menyelidiki proyek tersebut,” kata Andi Amran kepada wartawan.

Baca Juga  Dua Kasat Polres Majene Diduga Saling Lempar Tanggung Jawab Terkait Desakan KAMRI Soal Peredaran Miras

Lebih lanjut ia mengatakan, pemeriksaan tersebut meliputi proyek pekerjaan jalan dan jembatan yang diduga tidak selesai.

“Jadi sampai saat ini kami masih dalam proses pemeriksaan di lokasi semoga akhir tahun ini bisa selesai,”lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemeriksaan tersebut berjalan lambat karena pihaknya tidak semena-mena mengeluarkan data.

Ia menyebutkan terdapat banyak prosedur yang harus dilakukan untuk menyimpulkan hasil pemeriksaan tersebut, dan saat ini masih dlam proses.

“Jadi kami sampaikan kepada mahasiswa yang demo, agar kiranya bersabar, karena penanganan ini tidak mudah, apalagi menyangkut masa depan seseorang,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *